Kemensos Salurkan Santunan 13 Korban Gempa Nagekeo

  • 23 Agt 2026 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemensos menyalurkan santunan duka kepada 13 ahli waris korban meninggal akibat gempa Nagekeo
  • Setiap ahli waris menerima santunan sebesar Rp15 juta sesuai prosedur penanganan bencana
  • Santunan diserahkan di Posko Terpadu Lapangan Berdikari Danga, Nagekeo, Sabtu 22 Agustus 2026
  • Penanganan gempa dilakukan melalui tahapan evakuasi, tanggap darurat, hingga rehabilitasi pascabencana
  • Pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi memastikan bantuan bagi masyarakat terdampak tersalurkan tepat sasaran

RRI.CO.ID, Nagekeo - Kementerian Sosial menyalurkan santunan duka kepada 13 ahli waris korban meninggal akibat gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, NTT. Santunan diserahkan di Posko Terpadu Lapangan Berdikari Danga, Nagekeo, Sabtu 22 Agustus 2026.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan santunan diberikan sesuai prosedur yang berlaku secara nasional. Masing-masing ahli waris korban meninggal menerima santunan sebesar Rp15 juta.

“Santunan kepada ahli waris yang meninggal sebesar Rp15 juta,” kata Gus Ipul. Demikian keterangan Gus Ipul di Jakarta, Minggu 23 Agustus 2026.

Penyerahan santunan disaksikan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus dan perwakilan Direktorat PSKB Kemensos. Hadir pula Plt Kepala Dinas Sosial Nagekeo, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta keluarga dan ahli waris korban.

Gus Ipul mengatakan penanganan bencana dilakukan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan relawan. Penanganan dimulai dari evakuasi, tanggap darurat, hingga rehabilitasi atau pemulihan pascabencana.

“Jadi kalau penanganan bencana itu diawali dengan tahap evakuasi, yang dilakukan oleh mereka yang terlatih. Biasanya dari TNI, Polri atau relawan-relawan kebencanaan,” ujar Gus Ipul.

Setelah tahap evakuasi, penanganan dilanjutkan dengan tanggap darurat. Tahap tersebut meliputi penyaluran bantuan logistik, pendirian posko pengungsian, hingga penyediaan dapur umum.

Tahap terakhir merupakan rehabilitasi atau pemulihan pascabencana. Pemerintah memastikan proses tersebut dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Bupati Nagekeo Simplisius Donatus mengapresiasi perhatian dan bantuan Kemensos kepada masyarakat terdampak gempa. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia. Atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Nagekeo,” kata Simplisius.

Menurut Simplisius, santunan Rp15 juta merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada keluarga korban. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

“Bantuan ini mungkin tidak dapat menggantikan kehilangan yang dialami. Tetapi kiranya dapat sedikit meringankan beban keluarga,” ujarnya.

Kemensos bersama pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dalam menangani dampak gempa bumi di Nagekeo. Bantuan bagi masyarakat terdampak juga akan disalurkan sesuai kebutuhan dan tepat sasaran.

Santunan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh ahli waris. Bantuan menjadi dukungan moril dan materiil bagi keluarga yang tengah menghadapi duka akibat bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....