Simak Langkah Penyelamatan Diri saat Gempa Bumi Menurut BMKG

  • 22 Sep 2026 07:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG mencatat sejumlah gempa bermagnitudo lebih dari 5 terjadi di Jawa, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara selama September 2026.
  • Gempa bumi dapat terjadi tanpa peringatan sehingga masyarakat perlu memahami langkah penyelamatan diri yang tepat.
  • Persiapan lingkungan dan pengetahuan keselamatan dapat membantu mengurangi risiko cedera saat terjadi gempa bumi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa bumi kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. BMKG mencatat sejumlah gempa bermagnitudo lebih dari 5 terjadi di Jawa, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara selama September 2026.

Gempa bumi dapat terjadi tanpa peringatan sehingga masyarakat perlu memahami langkah penyelamatan diri. Persiapan lingkungan dan pengetahuan keselamatan dapat membantu mengurangi risiko cedera saat gempa.

Kenali lingkungan rumah atau tempat kerja untuk menentukan lokasi perlindungan. Perhatikan posisi pintu, tangga darurat, dan area yang aman dari kemungkinan reruntuhan.

Ikat lemari, kabinet, dan perabot berat lainnya pada dinding. Langkah tersebut dapat mencegah perabot roboh atau bergeser saat terjadi guncangan.

Letakkan benda berat di bagian bawah perabot. Periksa juga kestabilan benda yang menggantung karena material jatuh dapat membahayakan saat gempa.

Siapkan perlengkapan darurat, seperti senter, kotak P3K, radio, makanan, dan air. Catat nomor telepon penting untuk memudahkan permintaan bantuan dalam kondisi darurat.

Saat berada di dalam bangunan dan gempa terjadi, Lindungi kepala dan tubuh dari benda yang berjatuhan. Berlindunglah di bawah meja atau perabot kokoh sampai guncangan berhenti.

Jauhi jendela, kaca, lemari, dan benda lain yang mudah roboh. Jangan memaksakan diri keluar jika posisi berada jauh dari pintu.

Jika berada dekat pintu keluar, segera evakuasi setelah kondisi memungkinkan. BMKG menyarankan masyarakat menerapkan langkah menunduk, berlindung, dan berpegangan.

Saat di luar ruangan, jauhi gedung, tiang listrik, pohon, papan reklame, dan struktur lain. Cari area terbuka serta perhatikan kondisi tanah di sekitar.

Hindari tanah retak akibat pergerakan tanah selama gempa. Warga di wilayah pegunungan juga perlu menjauhi lokasi yang berpotensi longsor.

Jika sedang mengemudi, segera menepi dan menghentikan kendaraan. Setelah itu, keluar dan menjauh apabila terdapat risiko pergeseran tanah, kebakaran, atau tertimpa benda.

Sementara itu, Warga di wilayah pantai perlu segera menjauh setelah merasakan gempa kuat. Evakuasi menuju tempat tinggi tanpa menunggu peringatan tsunami apabila kondisi memungkinkan.

Keluar dari bangunan secara tertib menggunakan tangga biasa. Jangan menggunakan lift atau tangga berjalan karena dapat membahayakan saat kondisi darurat.

Periksa kondisi orang di sekitar dan berikan pertolongan pertama jika mampu. Hubungi petugas apabila terdapat korban dengan luka serius.

Periksa kemungkinan kebakaran, kebocoran gas, dan kerusakan instalasi listrik. Jangan memasuki bangunan yang rusak karena masih berisiko runtuh.

Waspadai gempa susulan dan hindari berjalan di sekitar lokasi terdampak. Masyarakat juga perlu mengikuti informasi resmi serta menghindari kabar dari sumber tidak jelas. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....