Irigasi Sepanjang 2,4 Km Bantu Petani Cirebon Hadapi Kemarau

  • 23 Agt 2026 22:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementan membangun irigasi perpipaan sepanjang 2.400 meter untuk membantu petani menghadapi musim kemarau
  • Irigasi tersebut diberikan kepada Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani di Desa Susukan, Kabupaten Cirebon
  • Petani setempat telah menantikan pembangunan infrastruktur pengairan tersebut selama sekitar 20 tahun
  • Kementan menargetkan pembangunan 89.600 unit kegiatan pengairan yang mendukung sekitar 2,1 juta hektare lahan
  • Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan ketersediaan air penting menjaga produksi pertanian dan musim tanam

RRI.CO.ID, Cirebon - Kementerian Pertanian membangun irigasi perpipaan sepanjang 2.400 meter untuk petani di Kabupaten Cirebon. Infrastruktur tersebut membantu petani mempertahankan produksi pertanian saat musim kemarau.

Bantuan diberikan kepada Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani, Desa Susukan, Kecamatan Susukan. Petani setempat telah menantikan pembangunan irigasi tersebut selama sekitar 20 tahun.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani, M Saeproni, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap kebutuhan air pertanian. Menurutnya, persoalan air selama ini menjadi salah satu kendala utama petani menjalankan usaha tani.

“Kami berterima kasih sekali kepada Bapak Presiden. Terutama khusus kepada Bapak Mentan yang telah memberikan bantuan berupa irpom yang panjangnya 2.400 meter,” ujar Saeproni, Sabtu 22 Agustus 2026.

Saeproni mengatakan pembangunan irigasi tersebut telah lama menjadi harapan kelompok taninya. Infrastruktur tersebut diharapkan membuat pasokan air ke lahan pertanian lebih terjamin.

“Kami cuma bisa mengucapkan beribu banyak terima kasih kepada Bapak Mentan dan jajarannya. Kami beserta teman-teman petani ingin sekali bertemu dengan yang terhormat Bapak Mentan,” katanya.

Bantuan irigasi tersebut menjadi bagian dari upaya Kementan memperkuat ketersediaan air pertanian. Pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur air untuk menjaga produktivitas lahan saat musim kemarau.

Pada 2026, Kementan menargetkan pembangunan 89.600 unit kegiatan yang diproyeksikan mendukung pengairan sekitar 2,1 juta hektare lahan pertanian. Program tersebut mencakup berbagai bentuk penguatan infrastruktur air pertanian.

Kementan menargetkan pembangunan 17.400 unit Irigasi Perpompaan dan 3.500 unit Irigasi Perpipaan. Selain itu, pompanisasi sebanyak 56.000 unit ditargetkan melayani sekitar 1,1 juta hektare lahan pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian. Pemerintah tidak ingin petani kehilangan kesempatan tanam akibat keterbatasan air.

“Kita tidak boleh membiarkan petani kehilangan musim tanam karena kekurangan air. Karena itu pemerintah memperkuat irigasi, pompanisasi, embung, hingga rehabilitasi jaringan irigasi,” ujar Amran.

Menurut Amran, penguatan infrastruktur air juga penting untuk menjaga produksi pangan menghadapi perubahan iklim. Pemerintah berharap dukungan tersebut membuat lahan pertanian tetap mendapat pasokan air.

“Air adalah faktor penentu produksi. Karena itu, pompanisasi menjadi solusi cepat untuk memastikan sawah tetap mendapat pasokan air,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....