Pompanisasi PHTC Bantu Petani Cirebon Hindari Gagal Panen
- 12 Sep 2026 21:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menyalurkan bantuan pompa hibrid melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC)
- Program pompanisasi menyelamatkan petani dari gagal penen
- Petani menyampaikan terima kasih, produksi pertanian meningkat dan biaya lebih efisien karena bantuan pompa
RRI.CO.ID, Cirebon - Pompanisasi bantuan pemerintah pusat membantu petani di Cirebon, Jawa Barat, terhindar dari gagal panen atau puso akibat kekeringan. Pompa hibrida tersebut mampu menghasilkan debit air sekitar 36 ribu liter per jam.
Dengan kapasitas tersebut, air dapat dialirkan ke lahan pertanian untuk menjaga tanaman tetap mendapatkan pasokan selama musim kemarau. Petani, Mashudi, mengatakan sekitar 390 hektare lahan pertanian di Kecamatan Arjawinangun dan Kecamatan Susukan sempat mengalami kekeringan dan terancam gagal panen saat memasuki musim tanam kedua.
Petani selama ini mengandalkan pasokan air dari Sungai Rentang di Kabupaten Majalengka yang berjarak sekitar 1.500 meter dari area persawahan. Kondisi tersebut membutuhkan biaya besar untuk mengalirkan air dari sungai menuju sawah.
Kondisi semakin diperparah karena embung yang selama ini menjadi salah satu sumber air bagi petani mengalami kebocoran. Oleh sebab itu, Mashudi menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan pompanisasi melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
"Untuk kondisi lapangan, khususnya sawah di wilayah kami ini tadah hujan, setiap tahunnya memang belum pernah yang namanya puso atau gagal panen. Hanya saja untuk musim tanam kedua, itu sangat besar biayanya karena harus mengambil air dari sungai itu sekitar 1.500 meter,” ujar Mashudi dalam keterangan tertulis dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Sabtu, 12 September 2026.
Pompa bantuan pemerintah tersebut memadukan dua sumber energi, yakni energi matahari melalui panel surya pada siang hari. Selanjutnya, pompa menggunakan energi listrik untuk pengoperasian pada malam hari.
Mashudi mengatakan kehadiran pompa hibrida dari pemerintah memberikan perubahan bagi petani karena ketersediaan air menjadi lebih mencukupi. Ia mengungkapkan petani sebelumnya berencana membuat pompa secara mandiri, tetapi rencana tersebut urung dilakukan setelah mendapat bantuan pemerintah.
“Sekarang, dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat, pompanisasi yang terbaru di 2026, yang hybrid itu alhamdulillah bisa menghasilkan air yang begitu deras. Dengan adanya pompanisasi ini, Alhamdulillah yang kemarin rencananya petani itu mau memasang pompa swadaya, dan tidak jadi setelah ada bantuan ini, terima kasih sekali,” ujar Mashudi.
Ia optimistis keberadaan pompanisasi juga akan berdampak pada peningkatan hasil produksi pertanian. Dengan pasokan air yang lebih terjamin, tanaman padi dapat dipertahankan hingga masa panen serta biaya produksi menjadi lebih efisien.
“Dengan adanya bantuan pompanisasi ini, pasti nanti akan ada peningkatan tonase ketika panen. Pasti,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Susukan, Saefudin Adriansyah. Ia mengatakan lahan pertanian di Blok Kayen, Desa Susukan, memiliki luas sekitar 309 hektare.
Selama hampir dua tahun, wilayah tersebut menghadapi persoalan kekeringan setiap memasuki musim tanam kedua. Kondisi tersebut bahkan menyebabkan lahan pertanian mengalami gagal panen.
“Kalau luas pertanian di daerah Blok Kayen, Desa Susukan, itu kurang lebih 309 hektare. Dan selama ini hampir dua tahun itu ketika musim tanam kedua memang mengalami kekeringan dan gagal panen,” ujar Saefudin.
Dengan adanya bantuan pompanisasi, Saefudin berharap persoalan ketersediaan air yang selama ini menjadi kendala dapat teratasi. Pasokan air yang lebih terjamin diharapkan membuat petani dapat menjalankan musim tanam tanpa terlalu khawatir terhadap ancaman kekeringan.
“Nah, untuk itu dengan adanya bantuan ini, Insyaallah baik masa tanam satu maupun tanam dua, insyaallah air terpenuhi,” katanya. Bagi para petani, pompanisasi PHTC bukan sekadar bantuan mesin untuk mengalirkan air, tetapi juga menjadi penopang keberlangsungan produksi pertanian di tengah musim kemarau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....