Menko Pangan Dorong Perbaikan Irigasi Banyuwangi
- 23 Agt 2026 07:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mendorong perbaikan jaringan irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian di Banyuwangi
- Daerah Irigasi Baru mencakup sekitar 16 ribu hektare sawah
- Petani mengusulkan normalisasi saluran dan pengerukan sedimentasi untuk memperlancar distribusi air
- Menko Pangan Zulkifli Hasan meminta persoalan irigasi disampaikan melalui pemerintah daerah untuk dikawal
- Pemerintah juga mendorong penguatan kelembagaan petani, pupuk, infrastruktur, dan akses pasar
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Pemerintah mendorong perbaikan jaringan irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian di Banyuwangi. Dorongan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat berdialog dengan petani, Kamis 20 Agustus 2026.
Sekitar 715 pengurus dan petugas irigasi dari enam kecamatan mengikuti dialog tersebut. Mereka tergabung dalam kelembagaan IHIPPA, GHIPPA, HIPPA, kepala blok, dan subblok irigasi se-Daerah Irigasi Baru.
Daerah Irigasi Baru mencakup sekitar 16 ribu hektare sawah. Kawasan tersebut memiliki potensi produksi padi sekitar 200 ribu ton per tahun.
Dalam dialog, petani menyampaikan sejumlah persoalan terkait pengairan lahan pertanian. Persoalan tersebut antara lain pendangkalan sungai dan saluran yang menghambat distribusi air.
Di wilayah Ringin Agung, jaringan pengairan melayani sekitar 645 hektare lahan. Namun, debit air dinilai belum optimal untuk memenuhi kebutuhan pertanian.
Petani mengusulkan normalisasi saluran dan pengerukan sedimentasi. Mereka juga meminta dukungan sarana pengairan, termasuk akses listrik menuju embung dan jalur air darurat.
Menko Pangan Zulkifli Hasan meminta pemerintah daerah menyampaikan berbagai persoalan tersebut melalui mekanisme resmi. Usulan juga diminta ditembuskan kepada dirinya agar dapat ikut mengawal penyelesaiannya.
“Kalau ada masalah dan keluhan masyarakat, sampaikan melalui pemerintah daerah setempat dan ditembuskan kepada saya, supaya bisa kita kawal,” ujar Zulkifli.
Zulkifli mengatakan tim terkait sebelumnya telah melakukan survei lapangan. Pemerintah akan mendorong tindak lanjut perbaikan jaringan irigasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum.
Petani juga mengusulkan pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian dilakukan melalui mekanisme swakelola. Pelaksanaannya dapat melibatkan kelembagaan masyarakat dan petani sesuai ketentuan.
Selain persoalan irigasi, petani menyampaikan kondisi harga gabah dan pupuk. Zulkifli mengatakan kondisi pupuk saat ini sudah baik dari sisi harga maupun distribusi.
Harga gabah juga dinilai semakin baik dibandingkan sebelumnya. Pada panen sebelumnya, harga gabah bahkan mencapai lebih dari Rp7.000 per kilogram.
“Pupuk sudah bagus, harganya lancar. Mereka juga menyampaikan harga gabah bagus, bahkan panen yang lalu sampai Rp7.000 lebih,” ujar Zulkifli.
Pemerintah juga mendorong penguatan kelembagaan petani melalui Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada September untuk membantu kebutuhan usaha tani dan pemasaran hasil pertanian.
Fasilitas cold storage juga diharapkan dapat membantu menjaga kualitas dan nilai ekonomi hasil panen. Penguatan akses pasar dinilai penting untuk meningkatkan posisi tawar petani.
Salah satu infrastruktur penting bagi pertanian Banyuwangi adalah Bendungan Karangdoro. Infrastruktur yang dibangun sejak 1925 tersebut hingga kini masih berperan mendukung pengairan pertanian.
Kemenko Pangan juga menyerahkan 700 paket bantuan pangan berupa beras dari Bulog kepada masyarakat. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah bagi masyarakat di Banyuwangi.
Pemerintah selanjutnya akan memperkuat sinergi dengan petani dalam menjaga harga hasil pertanian. Upaya tersebut mencakup ketersediaan pupuk, air, infrastruktur, dan akses pasar untuk mendukung swasembada pangan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....