Amran Pastikan Beras Pengungsi NTT Aman

  • 21 Agt 2026 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Amran memastikan kebutuhan beras pengungsi gempa NTT tercukupi
  • Pemerintah menyiapkan sekitar 6.000 ton beras bagi masyarakat terdampak bencana
  • Cadangan beras pemerintah di NTT mencapai sekitar 39 ribu ton
  • Sebanyak 15 ton beras telah disalurkan untuk masyarakat terdampak di Manggarai
  • Distribusi beras akan dilakukan melalui jalur darat, laut, maupun udara sesuai kebutuhan

RRI.CO.ID, Manggarai: Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman memastikan kebutuhan beras pengungsi gempa NTT tercukupi. Pemerintah menyiapkan sekitar 6.000 ton beras untuk masyarakat terdampak bencana di NTT.

Amran menyampaikan hal tersebut saat meninjau kondisi masyarakat terdampak gempa di Manggarai, Rabu 19 Agustus 2026. Ia datang membawa bantuan pangan atas perintah Presiden untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.

“Kami datang atas perintah Bapak Presiden untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan memastikan pangan masyarakat yang terdampak bencana terjamin,” ujar Amran.

Amran menegaskan pemerintah tidak akan menunggu proses administrasi ketika masyarakat membutuhkan beras dalam kondisi darurat. Menurutnya, kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda.

“Kalau ada yang membutuhkan beras, langsung dikirim. Tidak perlu menunggu surat dari Jakarta. Administrasinya menyusul,” tegasnya.

Menurut Amran, pemerintah langsung berkoordinasi dengan Perum Bulog sejak hari pertama gempa terjadi. Hingga kini, sekitar 6.000 ton beras telah disiapkan untuk masyarakat terdampak bencana di NTT.

“Hari itu juga kami langsung meminta kepada Bulog. Dirut Bulog kami hubungi, kami minta beras dikirim,” jelas Amran.

Khusus Kabupaten Manggarai, pemerintah telah menyalurkan 15 ton beras pada Rabu 19 Agustus 2026. Penyaluran berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian.

Amran juga memastikan stok beras di NTT masih mencukupi kebutuhan masyarakat terdampak. Cadangan Beras Pemerintah yang tersedia di wilayah tersebut mencapai sekitar 39 ribu ton.

Sementara jumlah masyarakat yang mengungsi akibat bencana mencapai sekitar 34.600 orang. Kebutuhan beras para pengungsi diperkirakan sekitar 300 ton setiap bulan.

“Kekuatan beras kita di sini 39 ribu ton. Sedangkan seluruh pengungsi sekitar 34.600 orang, kebutuhan berasnya sekitar 300 ton per bulan,” kata Amran.

Dengan kondisi tersebut, Amran memastikan masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan beras. Pemerintah daerah juga diminta segera mengambil dan menyalurkan beras apabila masyarakat membutuhkan.

“Bapak Ibu tenang. Kalau membutuhkan beras, langsung ambil dan salurkan kepada masyarakat. Kami yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai jalur distribusi apabila akses menuju wilayah terdampak mengalami kendala. Distribusi dapat dilakukan melalui jalur darat, laut, maupun udara.

“Apapun caranya, yang jelas tidak boleh ada yang tidak kebagian bantuan atau kelaparan. Itu tidak boleh,” tegas Amran.

Untuk memastikan penyaluran berjalan lancar, tim Bapanas telah berada di lapangan. Posko juga disiapkan selama 24 jam untuk memantau kebutuhan pangan masyarakat.

“Kalau habis, laporkan, kami siapkan lagi,” ujar Amran.

Selain beras, pemerintah siap memenuhi kebutuhan pangan lainnya seperti minyak goreng dan mi instan. Namun, Amran menegaskan beras tetap menjadi prioritas karena merupakan pangan pokok masyarakat.

“Ada minyak goreng, ada mi instan, kita siap. Tetapi yang paling penting adalah beras, karena itu makanan pokok dan tidak boleh ditunda,” katanya.

Amran mengatakan pemerintah akan terus memantau kebutuhan pangan masyarakat di sejumlah wilayah NTT. Tim Bapanas juga diminta memastikan tidak ada pengungsi yang luput dari bantuan.

“Kami akan pantau terus. Tidak boleh ada saudara kita yang mengungsi kekurangan pangan,” ujarnya.

Amran turut menyampaikan duka kepada masyarakat NTT yang terdampak gempa. Ia memastikan pemerintah akan terus hadir membantu masyarakat selama masa penanganan bencana.

“Duka saudara-saudara kita di NTT adalah duka kita semua. Insyaallah pemerintah akan terus hadir,” kata Amran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....