Sebulan usai Gempa NTT Magnitudo 7,7, BMKG Ungkap Aktivitas Terbaru

  • 20 Sep 2026 11:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebulan setelah gempa bumi utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores, NTT, aktivitas gempa susulan terus terdeteksi di kawasan tersebut.
  • BMKG mencatat, sebanyak 15.722 gempa susulan terjadi di NTT selama 30 hari setelah gempa utama hingga 15 September 2026. Gempa susulan tersebut, memiliki magnitudo yang beragam.
  • Gempa susulan di NTT beragam. Mulai dari M0,9 hingga yang terbesar mencapai M6,2, dengan 190 kejadian di antaranya dirasakan masyarakat

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebulan setelah gempa bumi utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores, NTT, aktivitas gempa susulan terus terdeteksi di kawasan tersebut. Namun, BMKG mencatat frekuensi gempa susulan menunjukkan tren penurunan secara konsisten dari pekan ke pekan.

BMKG mencatat, sebanyak 15.722 gempa susulan terjadi di NTT selama 30 hari setelah gempa utama hingga 15 September 2026. Gempa susulan tersebut, memiliki magnitudo yang beragam.

"Gempa susulan di NTT beragam. Mulai dari M0,9 hingga yang terbesar mencapai M6,2, dengan 190 kejadian di antaranya dirasakan masyarakat," kata BMKG dalam keterangannya, Minggu, 20 September 2026.

Pada pekan pertama, BMKG menjelaskan, setelah gempa utama, tercatat 5.011 gempa susulan. Jumlah tersebut, kemudian turun menjadi 4.267 kejadian pada pekan kedua dan kembali berkurang menjadi 3.158 kejadian pada pekan ketiga.

Memasuki pekan keempat, aktivitas gempa susulan kembali menurun menjadi 2.421 kejadian. Hingga pekan kelima atau 15 September pukul 05.00 WIB, jumlahnya tercatat 864 kejadian.

Pola tersebut menunjukkan aktivitas seismik pascagempa utama telah memasuki fase peluruhan. BMKG menyatakan, kondisi tersebut merupakan perkembangan yang diharapkan setelah terjadinya gempa besar.

Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan frekuensi gempa susulan harian maupun mingguan terus turun. Menurutnya, rangkaian gempa Flores kini telah memasuki fase peluruhan secara signifikan.

Meski aktivitasnya menurun, kondisi tersebut bukan berarti gempa susulan telah sepenuhnya berakhir. Masyarakat di wilayah terdampak, perlu mengikuti informasi resmi BMKG dan memperhatikan potensi terjadinya gempa susulan.

Sementara itu, aktivitas gempa masih tercatat di kawasan Manggarai. Berdasarkan data BMKG, pada 18 September 2026 tercatat sejumlah gempa di sekitar utara Ruteng, termasuk gempa berkekuatan M4,7 pada pukul 19.20 WIB.

Gempa M4,7 tersebut tercatat dirasakan pada intensitas III-IV MMI di Kabupaten Manggarai. Data BMKG juga mencatat gempa M4,1 di sekitar 54 kilometer utara Ruteng pada hari yang sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....