Inilah Alasan Jakarta Dipilih Jadi Lokasi Madani Malindo Kedua
- 21 Agt 2026 15:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Madani Malindo kedua memperkuat diplomasi Indonesia-Malaysia melalui dialog budaya, sejarah, dan kemajemukan kedua negara.
- Jakarta dipilih sebagai lokasi pertemuan karena memiliki kedekatan sejarah dan budaya serta menjadi bagian penting gagasan Madani.
- Kemajemukan Indonesia menjadi kekuatan bangsa, dengan 1.340 etnis dan 718 bahasa yang memperkuat persatuan dan kedaulatan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Pengarah IKIM Mohamed Azam Adil mengatakan Madani Malindo kedua mampu memperkuat hubungan diplomasi Indonesia-Malaysia. Pertemuan itu melanjutkan diskusi Madani Malindo pertama yang berlangsung di Kuala Lumpur pada tahun sebelumnya antara kedua negara.
Ia menyebut Jakarta dipilih sebagai lokasi lanjutan karena Indonesia dan Malaysia memiliki kedekatan budaya serta pengalaman sejarah. Pertemuan tersebut menjadi ruang bersama untuk membahas pembangunan negara bangsa berdasarkan nilai kemajemukan, budaya, dan kemerdekaan kedua negara.
"Madani Malindo kedua ini melanjutkan perbincangan yang telah disepakati saat pertemuan pertama berlangsung di Kuala Lumpur tahun lalu. Kami bersyukur dapat melanjutkan diskusi tersebut di Jakarta sekaligus memperkuat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia melalui kebudayaan bersama," ujarnya kepada wartawan usai menghadiri Jamuan Makan Malam Penyambutan Majelis Cendekiawan Madani Malaysia-Indonesia, Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Kamis malam, 20 Agustus 2026.
Ia mengatakan Jakarta memiliki makna khusus karena gagasan Madani pernah dideklarasikan di Masjid Istiqlal dalam momentum yang bersejarah. Kunjungan ke Masjid Istiqlal menjadi bagian penting perjalanan delegasi Malaysia untuk memahami kembali semangat kebersamaan kedua negara tersebut.
Kedua negara memiliki banyak kesamaan budaya yang dapat menjadi kekuatan saat membangun negara bangsa yang merdeka dan berdaulat. "Indonesia memperingati kemerdekaan pada Agustus, sedangkan Malaysia juga merayakan kemerdekaannya pada bulan yang sama setiap tahunnya bersama masyarakat," ucapnya.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menilai tema perjamuan delegasi Madani Malindo relevan dengan arah penguatan kebudayaan Indonesia saat ini. Menurutnya, tema 'Negara Madani Dalam Konfigurasi Kemajemukan Budaya' menggambarkan kondisi Indonesia yang kaya perbedaan, namun tetap menjaga persatuan.
Ia mengatakan Kementerian Kebudayaan masih berusia hampir dua tahun setelah dibentuk sebagai kementerian tersendiri oleh Presiden Prabowo Subianto. Kebudayaan sebelumnya kerap berada dalam rumpun pendidikan atau pariwisata, meski memiliki kekuatan strategis bagi bangsa Indonesia sendiri.
"Indonesia memiliki kemajemukan luar biasa, dengan 1.340 etnis dan 718 bahasa tersebar dari Sabang hingga Merauke. Keragaman tersebut bukan ancaman, melainkan kekuatan yang dapat memperkuat Indonesia sebagai negara kokoh dan berdaulat," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....