Menbud Fadli Pastikan Perbaikan Gedung Syarikat Islam Dimulai Tahun Ini

  • 31 Jul 2026 18:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kebudayaan menargetkan revitalisasi Gedung Syarikat Islam pertama di Semarang pada tahun ini karena membutuhkan perbaikan ringan.
  • Revitalisasi menjadi bagian dari program pelestarian cagar budaya nasional, dengan target lebih dari 100 aset budaya memasuki tahap awal penanganan pada 2026.
  • Pemerintah juga mempercepat pendataan cagar budaya, dengan target meningkatkan jumlah cagar budaya nasional yang tercatat dari 228 menjadi 2.000 pada tahun ini.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyebut Gedung Syarikat Islam pertama di Semarang akan diperbaiki lagi tahun ini. Ia mengatakan, kerusakannya disebut tidak terlalu parah, tetapi tetap membutuhkan pembenahan.

Awalnya, ia ditanya soal Gedung Syarikat Islam di Semarang, ia mengatakan bangunan itu sebelumnya sudah pernah diperbaiki. Namun, masih ada bagian yang membutuhkan perbaikan ringan.

"Gedung Syarikat Islam waktu itu sudah diperbaiki. Sekarang ada perbaikan minor ya," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 31 Juli 2026.

Menurutnya, salah satu yang menjadi perhatian adalah tumbuhnya pohon-pohon di area bangunan tersebut. Ia menyebut gedung itu sebagai Gedung Syarikat Islam pertama di Semarang.

"Terutama ada tumbuhnya pohon-pohon di situ, itu Gedung Syarikat Islam pertama di Semarang. Mudah-mudahan tahun ini bisa diperbaiki revitalisasi, tapi kerusakannya enggak terlalu parah," ujarnya.

Ia berharap perbaikan bisa dilakukan tahun ini. Ia juga menambahkan, bahwa kini kondisi bangunan tidak mengalami kerusakan berat.

Rencana perbaikan Gedung Syarikat Islam itu menjadi bagian dari agenda Kementerian Kebudayaan dalam menangani aset sejarah dan cagar budaya. Sebelumnya, ia menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian terhadap sejarah dan cagar budaya.

Menurutnya, kementerian dan lembaga diminta merevitalisasi aset budaya masing-masing. Di Kementerian Kebudayaan, aset itu mencakup museum, situs cagar budaya, candi, masjid tua, gereja, benteng, hingga keraton.

Ia juga menyebut pemerintah tahun ini menargetkan lebih dari 100 aset budaya masuk tahap awal penanganan. Beberapa di antaranya adalah Masjid Demak, Istana Maimun, Keraton Surakarta, sejumlah keraton lain, dan Galeri Nasional.

Ia juga mempercepat registrasi, verifikasi, dan pendataan cagar budaya nasional. "Selama 79 tahun Indonesia baru mencatatkan 228 cagar budaya nasional, tahun ini, targetnya naik menjadi 2.000," ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng juga menyepakati rencana pemugaran bangunan bersejarah tersebut pada tahun 2026. Hal ini dilakukan guna mengembalikan fungsinya sebagai pusat edukasi dan budaya.

"Karena ini aset sejarah penting. Pemkot Semarang juga akan ikut merawat bersama pada tahun 2026 mendatang," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....