Bertolak ke NTT, Wapres Gandeng Mahasiswa Berperan Dalam Penanganan Bencana Gempa
- 20 Agt 2026 10:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming bertolak ke Nusa Tenggara Timur pada Kamis, 20 Agustus 2026, untuk menjalankan tugas negara dan memastikan penanganan pascabencana gempa berjalan optimal.
- Wapres terbang dari Bandara Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 09.00 WIB dengan didampingi perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
- Kunjungan ini fokus pada pemulihan dan penanganan dampak bencana gempa di lapangan secara langsung.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 20 Agustus 2026. Kunjungan ini untuk menjalankan tugas negara sekaligus memastikan penanganan dan pemulihan pascabencana gempa berjalan optimal di lapangan.
Wapres terbang dari bandara Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam kegiatan ini, Wapres juga didampingi perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melihat langsung kondisi masyarakat terdampak bencana. Selain itu juga memastikan keperluan di masa tanggap darurat mereka terpenuhi.
Dengan demikian, langkah pemerintah dalam proses pemulihan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan nyata masyarakat. Pada kesempatan ini Wapres juga membuka ruang bagi mahasiswa turut mengambil peran dalam membantu trauma healing korban di wilayah bencana.
Menurutnya, semangat dan kepedulian anak muda perlu difasilitasi agar dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang membantu masyarakat terdampak. Wapres menilai keterlibatan mahasiswa merupakan bagian penting dari semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.
Karena itu, katanya, pemerintah tidak hanya memastikan kebutuhan masyarakat tertangani. Tetapi juga mendorong generasi muda untuk hadir dan berkontribusi sesuai kapasitas dan keahlian yang dimiliki.
| Baca juga: Wapres Gibran Sampaikan Duka atas Gempa NTT |
Selama kunjungan kerja di NTT, Wapres akan meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana. Termasuk beberapa fasilitas layanan dasar masyarakat di beberapa daerah, yaitu kabupaten Sikka, Manggarai dan Manggarai Timur.
Kehadiran Wapres merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana, karena menjamin keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab negara dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak adalah prioritas.
Sebagai informasi, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang NTT pekan lalu kini bertambah menjadi 73 orang. Data tersebut berdasarkan hasil sementara yang dihimpun unsur SAR gabungan hingga Rabu, 19 Agustus 2026.
"Pendataan sementara unsur SAR tanggal 19 Agustus 2026 per pukul 18.00 WITA, jumlah korban meninggal dunia tercatat 73 orang. Sementara korban luka-luka mencapai 931 orang, sehingga total keseluruhan korban terdampak gempa sebanyak 1.004 orang," kata Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, kepada wartawan.
Fathur merinci, korban terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai Timur. Dimana tercatat 24 orang meninggal dunia, 198 orang luka berat, dan 421 orang luka ringan.
Lalu menyusul Kabupaten Manggarai, terutama di wilayah Reo/Reok dengan 27 orang meninggal dunia. Di daerah tersebut juga tercatat 32 orang luka berat, dan 104 orang luka ringan.
Sementara di Kabupaten Nagekeo tercatat 11 orang meninggal dunia, 13 orang luka berat, dan 9 orang luka ringan. Di Kabupaten Sikka terdapat 5 orang meninggal dunia, 18 orang luka berat, dan 22 orang luka ringan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....