Pemerintah Siapkan Beasiswa Mahasiswa Terdampak Gempa di NTT

  • 28 Agt 2026 22:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk satu semester
  • Berdasarkan data sementara, ada 4.000-5.000 mahasiswa terdampak gempa di NTT sebagai penerima beasiswa.
  • Pemberian beasiswa untuk meringankan beban mahasiswa yang terkena musibah gempa

RRI.CO.ID, Jakarta- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemberian beasiswa untuk mengurangi beban dari mahasiswa.

“Kemarin kita sudah datang ke Maumere, Manggarai, kita sedang meminta didata. Kita berikan beasiswa satu semester untuk mengurangi beban mereka,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.

Rencananya untuk tahapan awal, beasiswa diberikan selama satu semester. Namun jika dampak gempa berkelanjutan maka pemerintah akan mempertimbangkan memperpanjang pemberian beasiswa hingga semeseter tahun tahun depan.

“Kita akan lihat, ini untuk satu semester dulu ya. Nanti kalau memang dampaknya masih berkelanjutan, kita tambah lagi di tahun depan disemester yang berbeda,” katanya.

Pihaknya akan bekerja sama dengan para rektor perguruan tinggi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). Ia menjelaskan kerja sama tersebut untuk pendataan mahasiswa yang terdampak gempa Magnitudo 7.7.

Berdasarkan data sementara, ada 4.000-5.000 mahasiswa terdampak gempa di NTT sebagai penerima beasiswa. Ia kembali menegaskan pemerintah akan menambah jumlah mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa jika jumlah mahasiswa terdampak mengalami peningkatan.

“Data sudah ada sekitar 4.000-5.000 yang terdampak ya, itu akan kita berikan biasiswa. Kalau nanti ternyata jumlahnya lebih, kita akan tambahkan,” ujarnya.

Selain memberikan beasiswa, Menteri Brian juga akan melibatkan mahasiswa dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. Ia juga meminta mahasiswa untuk menyusun program untuk distribusi bantuan logsitik sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Ia menjelaskan sejumlah perguruan tinggi di NTT telah menjalin komunikasi dengan perguruan tinggi di Pulau Jawa. Perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Selanjutnya adalah Politeknik Elbajo di Labuan Bajo dan Universitas Mataram (Unram). “Jadi sudah ada mulai komunikasi data-data, apa sih yang dibutuhkan sebenarnya,” katanya.

Pemerintah juga sedang mendata perguruan tinggi yang mengalami kerusakan akibat gempa di NTT. Bahkan pemerintah tidak menutup kemungkinkan akan mengalihkan anggaran pada sejumlah program untuk revitalisasi perguruan tinggi yang rusak akibat gempa.

“Kita sedang mendata beberapa kerusakan-kerusakan dari kampus-kampus yang ada di daerah bencana. Kita akan lihat kemungkinannya anggaran dan program yang akan masih berjalan, kita akan alihkan ke bantuan untuk pembangunan atau perbaikan fasilitas-fasilitas yang terdampak karena bencana di NTT,” katanya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata jumlah pengungsian yang semakin berkurang. Penurunan jumlah pengungsi karena semakin berkurangnya intensitas gempa susulan.

“Jumlah pengungsi 175.909 jiwa. Atau berkurang 712 orang dengan penurunan terbanyak di Kabupaten Sikka,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan pers, Jumat, 28 Agustus 2026.

Korban meninggal dunia akibat gempa, 111 orang , dengan sebaran paling tinggi di Manggarai sebesar 45 jiwa kemudian Manggarai Timur 38 jiwa dan Nagekeo 13 jiwa. Adapun korban meninggal dunia berdasarkan jenis kelamin, pria 45 persen dan Perempuan 50, 64 persen.

“Kalau berdasarkan kelompok umur, ada 45 persen lansia, dewasa 37 persen. Anak-anak dan remaja 12 persen, balita dan batita 5 persen,” ujar Berton menerangkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....