Berapa Total Korban Meninggal Dunia, Luka-Luka dan Pengungsi di NTT? Ini Jawaban BNPB

  • 27 Agt 2026 11:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hingga Rabu, 26 Agustus 2026, BNPB mencatat, total korban meninggal telah mencapai 105 orang.
  • Dari jumlah tersebut, Berton mengungkapkan, sebanyak 48 orang meninggal akibat dampak langsung gempa. Sementara, korban lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung dari bencana.
  • Korban luka paling banyak tercatat di wilayah Manggarai Timur dan Manggarai. Data tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan dan verifikasi yang dilakukan oleh petugas di lapangan

RRI.CO.ID, Jakarta - Jumlah korban meninggal dunia, luka-luka, dan pengungsi akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Hingga Rabu, 26 Agustus 2026, BNPB mencatat, total korban meninggal telah mencapai 105 orang.

BNPB menjelaskan, terdapat tambahan dua korban meninggal berdasarkan data terbaru yang diterima BNPB. “Kami memperoleh data ketambahan dua orang yang meninggal, sehingga jumlah total yang meninggal menjadi 105,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan persnya secara daring di Jakarta, dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, Berton mengungkapkan, sebanyak 48 orang meninggal akibat dampak langsung gempa. Sementara, korban lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung dari bencana.

Selain korban meninggal, jumlah warga yang mengalami luka-luka juga mengalami peningkatan. BNPB mencatat, total korban luka mencapai 1.678 orang, atau bertambah 12 orang dibandingkan data sebelumnya.

"Korban luka paling banyak tercatat di wilayah Manggarai Timur dan Manggarai. Data tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan dan verifikasi yang dilakukan oleh petugas di lapangan," ucap Berton.

Di sisi lain, jumlah warga yang mengungsi mulai mengalami penurunan meski masih berada pada angka yang sangat besar. BNPB mencatat, jumlah pengungsi berkurang 6.094 orang sehingga total warga yang masih berada di pengungsian mencapai 179.037 jiwa.

Penurunan jumlah pengungsi terutama berasal dari Kabupaten Sikka. Namun, BNPB juga mencatat, adanya penambahan pengungsi di sejumlah wilayah lain sehingga jumlah keseluruhan masih cukup tinggi.

“Yang tertinggi itu ada di Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat,” ujar Berton. Kondisi tersebut menunjukkan proses pemulihan masyarakat terdampak masih membutuhkan penanganan di sejumlah kabupaten.

Jumlah Gempa Bumi Susulan NTT

Aktivitas gempa susulan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Flores, NTT, masih terus dipantau hingga Kamis, 27 Agustus 2026. Berdasarkan pembaruan data BMKG yang disampaikan edukator mitigasi bencana Daryono, tercatat 8.193 gempa susulan sejak gempa utama terjadi.

Mantan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG ini, menyampaikan perkembangan tersebut melalui akun X miliknya, @daryono_eq_talk. Data gempa bumi susulan NTT tersebut, merupakan pembaruan aktivitas gempa susulan hingga pukul 05.00 WIB.

Dari ribuan gempa susulan yang tercatat, kekuatannya bervariasi cukup signifikan. "Gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang paling kecil berada pada magnitudo 1,0," kata data BMKG dalam cuitan Daryono di akun X, Kamis, 27 Agustus 2026.

Dalam informasi BMKG, tidak seluruh gempa susulan tersebut memiliki kekuatan besar. Namun, sebagian di antaranya berada pada magnitudo yang cukup signifikan.

Dari total 8.193 gempa bumi susulan pada Kamis ini, sebanyak 34 gempa tercatat memiliki magnitudo di atas 5. Selain berdasarkan kekuatan, BMKG juga mencatat sejumlah gempa susulan yang dirasakan oleh masyarakat.

Hingga pukul 05.00 WIB, sebanyak 146 kejadian gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh warga.

Angka tersebut menunjukkan aktivitas kegempaan di wilayah Flores masih cukup tinggi setelah gempa utama M7,7.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....