NU Dinilai Perlu Bekerja Sama Dengan Pemerintah agar Manfaatnya Sampai ke Rakyat
- 28 Agt 2026 11:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan NU harus memperkuat kerja sama dengan pemerintah.
- Gus Yahya menilai hal tersebut penting agar berbagai program pemerintah untuk kemaslahatan masyarakat dapat tersalurkan dan dirasakan langsung oleh rakyat.
RRI.CO.ID, Jombang - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan NU harus memperkuat kerja sama dengan pemerintah. Hal tersebut dinilai penting agar berbagai program pemerintah untuk kemaslahatan masyarakat dapat tersalurkan dan dirasakan langsung oleh rakyat.
"Maka setelah pergulatan dan perenungan sekian lama, kami sampai pada satu keyakinan. Bahwa apabila jam'iyah organisasi Nahdlatul Ulama ini sungguh ingin mendatangkan manfaat maslahat yang nyata bagi warganya," ucap Gus Yahya saat pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026.
"Tidak ada jalan lain bahwa jam'iyah ini, organisasi ini. Harus bekerja sama dengan pemerintah," katanya melanjutkan.
Gus Yahya mengatakan NU memiliki basis warga yang sangat besar sehingga tanggung jawab organisasi juga semakin besar. Ia menyebut berdasarkan suatu survei, warga NU mencapai sekitar 57 persen dari keseluruhan penduduk muslim Indonesia.
Dengan jumlah penduduk muslim sekitar 244 juta orang, Gus Yahya memperkirakan warga NU mencapai lebih dari 120 juta orang. Besarnya jumlah tersebut, kata dia, membuat NU perlu meningkatkan kapasitas organisasi agar manfaat keberadaannya dapat dirasakan masyarakat.
"Ini adalah konstituensi yang sangat besar. Sekaligus tanggung jawab yang luar biasa besar," ujar Gus Yahya.
Gus Yahya menegaskan NU tidak hanya perlu bekerja sama dengan pemerintah, tetapi juga mengambil peran dalam memastikan program itu sampai kepada masyarakat. NU, kata dia, dapat menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan warga di lapangan.
"Nahdlatul Ulama harus mampu menjadi penyangga yang menyumbang kelancaran penghantaran berbagai macam agenda dan program pemerintah. Untuk kemaslahatan rakyat, agar sungguh-sungguh sampai kepada rakyat," ujar Gus Yahya.
Karena itu, Gus Yahya mengatakan salah satu prinsip penting NU ke depan adalah mengoordinasikan berbagai ikhtiar organisasi. Tentunya dengan pelaksanaan agenda dan program pemerintah.
"Maka jelas bahwa ke depan, di antara prinsip penting dari jam'iyah adalah bagaimana kami mampu mengoordinasikan berbagai macam ikhtiar. Dengan pelaksanaan agenda-agenda dan program-program pemerintah," katanya.
Gus Yahya mendorong peningkatan kinerja dan kapasitas NU agar organisasi tersebut dapat menjalankan peran tersebut secara lebih efektif. Dengan kapasitas yang lebih kuat, NU diharapkan mampu membantu membawa manfaat program pemerintah kepada masyarakat.
Gus Yahya mengatakan NU memiliki tanggung jawab memperkuat kehidupan masyarakat melalui semangat saling tolong-menolong atau ta'awun. Menurutnya, prinsip tersebut perlu diterapkan bersama seluruh elemen bangsa, tidak terbatas pada warga NU.
"Sangat tepat momentum Muktamar ini kita jadikan titik tolak untuk ke depan berupaya memperkuat bangsa yang kita cintai ini. Dengan ta’awun tolong-menolong di antara warga, bukan hanya warga Nahdlatul Ulama saja, tapi bersama segenap warga bangsa yang kita cintai ini," ujar Gus Yahya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....