Pemprov DKI Kirim Bantuan Rp3,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
- 18 Agt 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemprov DKI Jakarta mengirim tenaga kesehatan dan menghimpun Rp3,8 miliar dari donasi sukarela ASN untuk korban gempa NTT.
- Pemprov DKI meminta CSR BUMD turut membantu penanganan bencana dan pemulihan masyarakat terdampak gempa NTT.
- Kementerian PU mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak, termasuk jalan, layanan air, hunian, dan sekolah di NTT.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta mengirimkan tenaga kesehatan untuk membantu penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan bantuan dana Rp3,8 miliar berasal dari penggalangan sukarela ASN.
"Jadi, dana yang terkumpul kemarin untuk DKI Jakarta sudah Rp 3,8 miliar. Itu terkumpul dari ASN," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa, 8 Agustus 2026.
Ia juga meminta corporate social responsibility (CSR) di badan usaha milik daerah (BUMD) ikut serta dalam penanganan bencana NTT. Menurutnya, Pemprov DKI betul-betul ingin ikut serta meringankan pascagempa NTT.
"Saya yakin hari ini kita akan lebih karena memang saya sudah minta kepada CSR yang ada di BUMD juga ikut. Dan kita juga sudah memberangkatkan beberapa orang untuk tim kesehatan yang secara langsung turun ke lapangan," ucapnya.
"Kalau ASN sukarela. Maka sudah terkumpul Rp 3,8 M kemarin itu adalah dari ASN. Yang sekarang ini yang sedang kita kumpulkan dari CSR-nya BUMD kita," katanya.
Di sisi lain, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan kesiapsiagaan Kementerian PU menangani infrastruktur terdampak gempa bumi NTT. Pihaknya berkomitmen mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak agar aktivitas masyarakat NTT dapat kembali berjalan secara normal.
Ia mengatakan, kehadiran negara harus dirasakan masyarakat, terutama ketika bencana menyebabkan akses jalan terputus, layanan air terganggu, sekolah tidak dapat digunakan, hingga warga kehilangan tempat tinggal.
"Kementerian PU telah hadir, membuka kembali jalan untuk pulang, memulihkan air untuk kehidupan, menyiapkan hunian. Membuat sekolah dapat digunakan kembali, dan membantu masyarakat menata hidupnya lagi," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....