Gempa NTT, Mendag Salurkan Bantuan Kemendag Rp250 Juta
- 18 Agt 2026 05:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perdagangan Budi Santoso menyerahkan bantuan “Kemendag Peduli” senilai Rp250 juta bagi masyarakat terdampak gempa NTT.
- Kemendag mengidentifikasi empat pasar terdampak gempa dan menghentikan sementara penggunaan Pasar Inpres Ruteng demi keselamatan masyarakat.
- Kemendag memastikan pemulihan sarana perdagangan serta kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok di wilayah terdampak gempa NTT.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyerahkan bantuan “Kemendag Peduli” Rp250 juta bagi masyarakat terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT Florida Taty Satyawati untuk disalurkan kepada masyarakat.
Penyerahan bantuan berlangsung di Kementerian Perdagangan, Jakarta, saat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar Kemendag terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana.
“Keluarga besar Kemendag sepakat untuk menunjukkan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah di NTT. Sejak pagi hingga siang, telah terkumpul donasi sebesar Rp250 juta dan langsung kami serahkan kepada Kantor Penghubung Provinsi NTT di Jakarta,” ujar Budi.
Penggalangan donasi tersebut merupakan tahap awal bantuan keluarga besar Kemendag bagi masyarakat terdampak gempa. Budi berharap pengumpulan donasi dapat terus dilakukan untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat NTT.
“Tahap ini merupakan yang pertama karena kami harap dapat terus menggalang donasi. Dan menyalurkannya kepada masyarakat yang terdampak musibah di NTT,” kata Budi.
Selain menyerahkan bantuan, Kemendag melakukan identifikasi awal terhadap kondisi sarana perdagangan di wilayah terdampak gempa. Hasil identifikasi menunjukkan terdapat empat pasar dengan tingkat kerusakan yang berbeda.
“Identifikasi awal kami menunjukkan, terdapat empat pasar yang terdampak. Salah satunya, yaitu Pasar Inpres Ruteng di Manggarai yang rusak di bagian tiang,” ucap Budi.
Pasar Inpres Ruteng untuk sementara tidak digunakan karena mengalami kerusakan di bagian tiang. Kemendag telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pasar tersebut tidak digunakan sementara demi keselamatan masyarakat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Agar pasar tersebut tidak digunakan untuk sementara waktu demi keselamatan masyarakat,” katanya.
Pemulihan sarana perdagangan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana di NTT. Pasar rakyat, kios, dan sarana perdagangan lainnya memiliki peran strategis dalam menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.
“Sarana perdagangan ini penting karena menjadi tempat masyarakat beraktivitas dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setelah kondisi darurat tertangani, kami ingin perdagangan dapat segera pulih,” ujar Budi.
Budi berharap aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan setelah kondisi darurat tertangani. Pedagang diharapkan dapat kembali berjualan dan masyarakat dapat kembali beraktivitas.
“Pedagang bisa kembali berjualan. Dan masyarakat bisa kembali beraktivitas,” kata Budi.
Kemendag juga memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok di wilayah terdampak. Koordinasi dilakukan dengan distributor, termasuk dari luar wilayah terdampak dan provinsi terdekat, untuk menjaga pasokan ke NTT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....