Sandri Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Gempa NTT

  • 18 Agt 2026 08:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Presidium Pemuda Timur Sandri Rumanama mengapresiasi respons cepat Polri menangani dampak gempa NTT. Gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat 1.624 gempa susulan hingga 17 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB. Gempa susulan tersebut memiliki magnitudo antara 1,3 hingga 6,2.

Menurut Sandri, kondisi tersebut membutuhkan respons cepat dari seluruh unsur terkait di lapangan. Ia menilai kehadiran aparat penting memastikan kebutuhan masyarakat terdampak segera terpenuhi

“Mereka responsif dan kerja cepat dan tanggap,” kata Sandri, Selasa, 18 Agustus 2026. Ia mengaku telah menghubungi sejumlah rekannya yang berada di wilayah terdampak gempa.

Dari komunikasi tersebut, Sandri memperoleh informasi mengenai bantuan yang mulai disalurkan kepada masyarakat. Bantuan tersebut meliputi makanan cepat saji, obat-obatan, layanan kesehatan, dan identifikasi korban.

“Saya sudah hubungi rekan-rekan di sana dan alhamdulilah puji Tuhan, Polri begitu cepat menyalurkan makanan cepat saji.” “Obat-obatan, serta membuka layanan kesehatan dan identifikasi korban (DVI), langkah ini yang perlu kita apresiasi,” ujar Sandri.

Sandri menyebut Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memerintahkan pengerahan 845 personel gabungan. Personel tersebut dikerahkan untuk memperkuat penanganan bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Kekuatan tersebut terdiri atas 168 personel Polda NTT dan 677 personel jajaran Polres. Polri juga menyiapkan dukungan operasional untuk memperkuat penanganan bencana di lapangan.

Dukungan tersebut meliputi bantuan logistik, tenda darurat, tim SAR Brimob, anjing pelacak K9, serta tenaga medis DVI-Dokkes. Seluruh dukungan disiapkan untuk membantu proses evakuasi dan pelayanan masyarakat terdampak.

Polri juga menyiapkan perkuatan dari Mabes Polri menuju wilayah terdampak bencana di NTT. Personel tambahan diberangkatkan menggunakan pesawat charter dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pesawat tersebut membawa personel menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Perkuatan tersebut diproyeksikan mendukung jajaran Polda NTT sesuai kebutuhan penanganan.

Sandri berharap respons cepat Polri tidak berhenti pada fase awal penanganan bencana. Menurutnya, masyarakat membutuhkan pendampingan selama proses tanggap darurat hingga pemulihan.

“Bencana tidak selesai ketika bantuan pertama datang,” ujar Sandri. Menurutnya, masih terdapat proses evakuasi, pendataan, pelayanan kesehatan, dan pemulihan masyarakat.

Ia berharap kecepatan dan kepedulian aparat terus dipertahankan sampai kondisi masyarakat benar-benar pulih. Sandri juga mengapresiasi koordinasi berbagai unsur dalam menangani dampak gempa NTT.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan dan kebutuhan dasar,” katanya. Ia berharap kehadiran aparat dan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat terdampak di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....