Gempa Bumi NTT, BNPB: Tidak Ada Laporan Warga Hilang di Wilayah Terdampak

  • 18 Agt 2026 09:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BNPB mengungkapkan, tidak ada laporan warga yang dinyatakan hilang usai gempa bumi magnitudo 7,7 di NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Meski tidak ada laporan orang hilang hingga Senin, 17 Agustus 2026, proses penanganan bencana
  • BNPB mengatakan, Tim Basarnas masih disiagakan di tujuh kabupaten terdampak untuk mengantisipasi laporan baru. Sekaligus, tim tersebut disiagakan guna mendukung proses pencarian dan penanganan di lapangan.
  • Hingga 17 Agustus, sudah tidak ada laporan warga yang hilang di wilayah terdampak. Namun demikian, tim Basarnas tetap melakukan upaya pencarian dan menerjunkan personel secara optimal di daerah-daerah terdampak

RRI.CO.ID, Jakarta - BNPB mengungkapkan, tidak ada laporan warga yang dinyatakan hilang usai gempa bumi magnitudo 7,7 di NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Meski tidak ada laporan orang hilang hingga Senin, 17 Agustus 2026, proses penanganan bencana belum sepenuhnya berakhir.

BNPB mengatakan, Tim Basarnas masih disiagakan di tujuh kabupaten terdampak untuk mengantisipasi laporan baru. Sekaligus, tim tersebut disiagakan guna mendukung proses pencarian dan penanganan di lapangan.

“Hingga 17 Agustus, sudah tidak ada laporan warga yang hilang di wilayah terdampak. Namun demikian, tim Basarnas tetap melakukan upaya pencarian dan menerjunkan personel secara optimal di daerah-daerah terdampak,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan persnya seperti dilansir Antara, di Jakarta, dikutip Selasa, 18 Agustus 2026.

Di tengah aktivitas gempa susulan yang masih tinggi, dampak korban jiwa juga menjadi perhatian. Hingga Senin kemarin, sebanyak 68 orang meninggal dunia akibat gempa M 7,7 di NTT.

“68 jiwa yang meninggal. Kami tetap memantau jumlah korban ini dan terus akan kami laporkan ketika nanti ada jumlah korban yang ditemukan,” ucap Berton.

Jumlah korban jiwa ini berada di Kabupaten Manggarai Timur hingga Kabupaten Ngada. "Jumlah luka-luka saat ini ditemukan 213 jiwa," ujar Berton.

Ribuan Aktivitas Gempa Susulan

Aktivitas gempa susulan masih terjadi di NTT, setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Hingga Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat, sebanyak 2.119 gempa susulan terjadi di wilayah NTT.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengatakan, ribuan gempa tersebut merupakan rangkaian aktivitas susulan setelah gempa utama magnitudo 7,7. “Update gempa bumi susulan gempa Flores M 7,7 hingga tanggal 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, total gempa bumi susulan 2.119,” kata Wijayanto dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Dari ribuan gempa susulan tersebut, BMKG mencatat, guncangan terbesar mencapai magnitudo 6,2. Sementara itu, sebanyak 24 gempa susulan tercatat memiliki kekuatan di atas magnitudo 5.

"Sedangkan gempa dengan magnitudo paling kecil berada pada angka 1,3. Tidak seluruh gempa susulan tersebut dirasakan masyarakat," ucap Wijayanto.

Kemudian, BMKG mencatat, sedikitnya 70 gempa bumi susulan yang kejadiannya dirasakan oleh warga. “Gempa susulan yang dirasakan sebanyak 70 kali,” ujar Wijayanto.

Diketahui, rangkaian gempa tersebut bermula dari gempa utama yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu lalu, sekitar pukul 04.58 WIB. Berdasarkan parameter pemutakhiran BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo 7,7 dan tergolong sebagai gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back-Arc Thrust).

Mekanisme sumber gempa merupakan pergerakan naik atau thrust fault. Karakteristik gempa dangkal dengan kekuatan besar tersebut, kemudian memicu potensi tsunami di sejumlah wilayah sekitar episentrum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....