Selama Tiga Hari, 101,5 Ton Logistik Dikirim Pemerintah untuk Korban Gempa NTT

  • 18 Agt 2026 09:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BNPB mencatat, sebanyak 101.494 kilogram (sekitar 101,5 ton) logistik telah dikirim ke wilayah terdampak selama tiga hari, sejak 15-17 Agustus 2026.
  • Proses Pengiriman melibatkan BNPB, TNI, pemerintah, serta sejumlah mitra kemanusiaan untuk memastikan kebutuhan masyarakat di daerah terdampak dapat segera dipenuhi.
  • Khusus pada Senin kemarin, BNPB mencatat, ada tiga penerbangan dengan total muatan mencapai 40.567 kilogram logistik. Tiga penerbangan tersebut, masing-masing menuju Labuan Bajo dan Maumere sebelum kembali ke Halim Perdanakusuma.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah terus mempercepat, pengiriman bantuan warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan memanfaatkan jalur udara dan laut. BNPB mencatat, sebanyak 101.494 kilogram (sekitar 101,5 ton) logistik telah dikirim ke wilayah terdampak selama tiga hari, sejak 15-17 Agustus 2026.

Distribusi bantuan logistik tersebut, dipusatkan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional (PPN) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Proses Pengiriman melibatkan BNPB, TNI, pemerintah, serta sejumlah mitra kemanusiaan untuk memastikan kebutuhan masyarakat di daerah terdampak dapat segera dipenuhi.

Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana bersama Plt Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB Brigjen TNI Herry Setiono sebelumnya berkoordinasi. Yakni, berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin di Posko TNI AU Halim Perdanakusuma.

“Koordinasi dilakukan untuk memastikan dukungan logistik dan transportasi udara dapat disalurkan secara cepat. Sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan dalam keterangan persnya seperti dilansir Antara, di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Operasi pengiriman bantuan melalui PPN Halim Perdanakusuma telah dimulai sejak Sabtu kemarin. Dalam pelaksanaannya, pesawat angkut berat TNI AU digunakan membawa berbagai kebutuhan darurat menuju sejumlah wilayah terdampak gempa di NTT.

Khusus pada Senin kemarin, BNPB mencatat, ada tiga penerbangan dengan total muatan mencapai 40.567 kilogram logistik. Tiga penerbangan tersebut, masing-masing menuju Labuan Bajo dan Maumere sebelum kembali ke Halim Perdanakusuma.

Penerbangan pertama,nmenggunakan pesawat Hercules A-1328 dengan rute Halim Perdanakusuma-Labuan Bajo-Halim Perdanakusuma. Pesawat tersebut, mengangkut 13.504 kilogram bantuan, yang terdiri atas 3.019 kilogram paket sembako dari Sekretariat Militer Presiden.

Serta, dua unit tenda rumah sakit lapangan dengan berat 10.485 kilogram dari Pusat Krisis Kesehatan. Pengiriman berikutnya, dilakukan menggunakan Hercules A-1344 dengan tujuan Maumere.

Pesawat ini, membawa 13.563 kilogram bantuan, termasuk 13.500 kilogram paket sembako dalam 2.454 koli dari Sekretariat Militer Presiden. Ditambah, pakaian dan obat-obatan untuk mendukung kebutuhan warga terdampak.

Sementara itu, Hercules A-1339 kembali diterbangkan menuju Labuan Bajo dengan membawa 13.500 kilogram logistik. Muatannya, terdiri atas 13.100 kilogram paket sembako dalam 2.380 koli dari Sekretariat Militer Presiden serta 400 kilogram kornet kaleng yang disalurkan Rumah Zakat.

Secara keseluruhan, selama periode 15-17 Agustus 2026, BNPB mencatat tujuh sortie penerbangan dengan total pengiriman mencapai 101.494 kilogram logistik. Operasi udara tersebut didukung dua pesawat A-400M Atlas dan empat pesawat C-130 Hercules.

Selain mengandalkan pesawat, pemerintah juga membuka jalur distribusi melalui laut untuk memperbesar kapasitas pengiriman bantuan. Armada Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju sejumlah pelabuhan di NTT.

Beberapa titik tujuan distribusi melalui jalur laut, seperti Pelabuhan Laurentius di Maumere, Pelabuhan Soekarno-Hatta di Ende, serta Pelabuhan Reo di Manggarai. Jalur laut tersebut, menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan bantuan dalam jumlah besar dapat menjangkau wilayah terdampak gempa.

Percepatan distribusi logistik dilakukan di tengah proses penanganan darurat pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores dan sejumlah daerah di NTT. Dengan kombinasi transportasi udara dan laut, pemerintah berupaya mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....