Kepala Dinas Pendidikan Ungkap Kehadiran Anak Jadi Tantangan Sekolah Asmat

  • 17 Agt 2026 00:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta mengatakan mobilitas orang tua menjadi salah satu tantangan kehadiran siswa di sekolah.
  • sebagian masyarakat Asmat memiliki mata pencaharian meramu dengan lokasi yang dapat berubah.

RRI.CO.ID, Asmat: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta mengatakan mobilitas orang tua menjadi salah satu tantangan kehadiran siswa di sekolah. Kondisi tersebut berkaitan dengan pola mata pencaharian masyarakat yang berpindah mengikuti sumber penghidupan.

Barbalina menjelaskan sebagian masyarakat Asmat memiliki mata pencaharian meramu dengan lokasi yang dapat berubah. Kondisi tersebut membuat sebagian keluarga berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

“Mereka pekerjaan itu tidak tetap, jadi sebentar orang tua berpindah. Sebentar sudah mata pencaharian di misalnya menanam ini selesai, mereka pindah lagi,” ujar Barbalina saat ditemui RRI.CO.ID di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Sabtu, 15 Agustus 2026.

“Jadi itu tidak tetap sehingga yang menjadi kendala kami itu anak-anak ini. Orang tua semua jalan, akhirnya anak-anak juga dibawa,” katanya melanjutkan.

Kondisi tersebut membuat sejumlah anak tetap tercatat sebagai peserta didik, tetapi kehadirannya di sekolah belum konsisten. Barbalina mengatakan pola kehadiran siswa dapat berubah mengikuti perpindahan keluarga.

“Sehingga akhirnya tingkat kehadiran anak itu di sekolah, dia terdaftar. Tetapi tingkat kehadiran itu sangat minim,” ujarnya.

Dalam kondisi tertentu, kata Barbalina, siswa hanya dapat mengikuti pembelajaran beberapa hari dalam sepekan. Setelah itu, anak kembali mengikuti orang tua yang berpindah ke lokasi lain.

“Mungkin sebulan berapa kali, seminggu mungkin satu-dua hari. Kemudian pergi dengan orang tua lagi,” ucap Barbalina.

Selain mobilitas masyarakat, Barbalina menyebut kondisi geografis menjadi tantangan lain dalam pemerataan pendidikan di Asmat. Jarak antarkampung dan distrik serta keterbatasan transportasi membuat akses menuju sekolah tidak selalu mudah.

“Yang menjadi kendala kami, persoalan pendidikan yang pertama, geografis kami. Itu geografis di mana-mana,” ujarnya.

Barbalina juga mengakui dukungan orang tua terhadap pendidikan anak masih perlu diperkuat. Menurutnya, kondisi sosial dan pola kehidupan masyarakat menjadi bagian yang harus dipahami dalam mencari solusi pendidikan di Asmat.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Barbalina mengatakan Pemerintah Kabupaten Asmat tetap berupaya meningkatkan kualitas pendidikan. Ia menyebut peningkatan kualitas pendidikan menjadi bagian dari visi dan misi Bupati Asmat.

“Kami sangat bersyukur dengan Pak Bupati. Beliau memang punya visi misi yaitu peningkatan kualitas pendidikan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....