Digitalisasi Jadi Upaya Perluas Kesempatan Belajar Siswa Asmat

  • 16 Agt 2026 22:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tim Teknis Direktorat SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Sari Nurlita mengatakan digitalisasi pembelajaran merupakan upaya utama untuk memperluas kesempatan belajar siswa di Asmat, Papua Selatan.
  • Kondisi geografis Asmat yang terdiri dari distrik dan kampung yang terhubung melalui jalur air menjadi pertimbangan khusus dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.
  • Dukungan infrastruktur disesuaikan dengan kondisi lokal, termasuk bantuan koneksi satelit untuk sekolah yang membutuhkan akses internet dan solar panel untuk sekolah yang belum memiliki akses listrik.

RRI.CO.ID, Asma - Tim Teknis Direktorat SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Sari Nurlita menilai digitalisasi pembelajaran menjadi salah satu upaya memperluas kesempatan belajar bagi siswa di Asmat, Papua Selatan. Kondisi geografis yang terdiri dari distrik dan kampung yang sebagian besar terhubung melalui jalur air menjadi pertimbangan dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.

Menurut Sari, dukungan digitalisasi juga disesuaikan dengan kondisi sarana pendukung di wilayah tertentu. Sekolah yang membutuhkan akses internet dapat memperoleh bantuan koneksi satelit, sementara sekolah yang belum memiliki akses listrik mendapat dukungan solar panel.

“Untuk wilayah tertentu itu ada bantuan tambahan. Ada satelit, bantuan untuk akses internet. Yang kedua adalah solar panel untuk sekolah-sekolah yang memang masih sama sekali belum ada akses listrik,” ujar Sari usai kegiatan Advokasi Optimalisasi Pemanfaatan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran SMP Tahun 2026 di Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Sari menilai pendekatan tersebut penting agar kondisi geografis tidak menjadi penghalang bagi sekolah untuk memanfaatkan perangkat pembelajaran digital. Teknologi diharapkan dapat digunakan guru untuk menghadirkan materi pembelajaran yang lebih beragam bagi siswa.

Ia mengatakan pemanfaatan PID juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa di Asmat. Perangkat tersebut dapat digunakan secara interaktif untuk melatih kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.

“Kalau misalnya mau belajar menulis, PID bisa jadi papan tulis anak-anak. Mereka bisa latihan menulis di papan, pakai jari mereka,” kata Sari.

Sari berharap perangkat digital yang tersedia di sekolah-sekolah Asmat dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Guru juga perlu mendapatkan pendampingan agar mampu menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan pembelajaran siswa.

Menurutnya, transformasi digital bukan hanya menghadirkan perangkat ke sekolah. Guru perlu memadukan teknologi, konten pembelajaran, dan strategi belajar agar teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi siswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....