PID Bisa Digunakan Offline, Kemendikdasmen Siapkan Konten Digital

  • 17 Agt 2026 04:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Papan Interaktif Digital (PID) dari Kemendikdasmen dapat beroperasi tanpa koneksi internet, memungkinkan penggunaan di daerah terpencil dengan akses jaringan terbatas.
  • Perangkat PID sudah dilengkapi konten digital lengkap yang siap digunakan guru untuk mendukung proses pembelajaran di kelas.
  • Tim Teknis Direktorat SMP Kemendikdasmen mengembangkan solusi teknologi edukatif khusus untuk mengatasi kesenjangan digital di sekolah-sekolah Indonesia.

RRI.CO.ID, Asmat: Tim Teknis Direktorat SMP Kemendikdasmen, Sari Nurlita mengatakan Papan Interaktif Digital (PID) dapat digunakan tanpa koneksi internet. Fitur tersebut disiapkan untuk membantu sekolah di wilayah yang memiliki keterbatasan akses jaringan.

Sari mengatakan perangkat PID telah dilengkapi konten digital yang dapat digunakan guru untuk mendukung proses pembelajaran. Konten tersebut tersedia melalui bantuan perangkat yang diberikan kepada sekolah penerima.

“PID ini dapat digunakan secara offline. Jadi memang tidak harus online, sama dengan bantuan lainnya,” ujar Sari saat ditemui RRI.CO.ID usai kegiatan Advokasi Optimalisasi Pemanfaatan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran SMP Tahun 2026 di Agats, Kabupaten Asmat, Minggu, 16 Agustus 2026.

Direktorat SMP, kata dia, juga menyiapkan perangkat pendukung berupa laptop dan hard disk yang berisi berbagai fitur Rumah Pendidikan. Konten tersebut memungkinkan guru tetap mengakses bahan pembelajaran meski sekolah tidak memiliki koneksi internet.

“Kami sudah antisipasi jauh-jauh hari agar perangkat ini bisa dimanfaatkan secara optimal. Walaupun misalkan di daerah yang terkendala koneksi internet,” katanya.

Sari menjelaskan bantuan digitalisasi pembelajaran tidak hanya berupa PID. Sekolah penerima juga mendapatkan laptop dan satu perangkat penyimpanan yang memuat konten pembelajaran digital.

“Bantuan itu berupa PID, ini yang wajib, yang semuanya punya itu adalah PID. Kemudian lainnya ada laptop, dan satu hard disk,” ujarnya.

Untuk wilayah tertentu, lanjut Sari, pemerintah juga memberikan dukungan tambahan sesuai kondisi infrastruktur sekolah. Bantuan tersebut mencakup perangkat akses internet berbasis satelit dan panel surya.

“Sementara untuk wilayah tertentu itu ada bantuan tambahan. Itu ada satelit, bantuan untuk akses internet, hang kedua adalah solar panel,” kata Sari.

Sari mengatakan dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menyesuaikan digitalisasi pembelajaran dengan kondisi setiap daerah. Termasuk bagi sekolah yang masih menghadapi keterbatasan jaringan maupun listrik.

Sari berharap dukungan perangkat dan konten digital dapat membantu sekolah di Asmat memanfaatkan teknologi secara berkelanjutan. Pendampingan bagi guru juga dinilai penting agar perangkat yang telah diberikan semakin optimal digunakan dalam pembelajaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....