PID Dinilai Membantu Guru Membuat Strategi Pembelajaran Sesuai Kebutuhan Siswa
- 17 Agt 2026 01:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Papan Interaktif Digital (PID) bukan hanya perangkat teknologi tetapi harus dipadukan dengan konten dan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
- Transformasi digitalisasi dalam pendidikan memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan teknologi, konten, dan strategi pembelajaran secara bersamaan.
- Advokasi optimalisasi peralatan digitalisasi pembelajaran SMP tahun 2026 dilaksanakan di Agats, Kabupaten Asmat, untuk meningkatkan pemahaman implementasi teknologi di sekolah.
RRI.CO.ID, Asmat - Tim Teknis Direktorat SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Sari Nurlita mengatakan Papan Interaktif Digital (PID) tidak hanya berfungsi sebagai perangkat teknologi. Ia menjelaskan guru dapat memadukannya dengan konten dan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan siswa.
“Transformasi digitalisasi ini salah satunya bukan sekadar teknologi atau perangkat yang hadir di sekolah. Kita mencoba memadukan antara teknologi, konten, sama strategi pembelajaran,” ujar Sari usai kegiatan Advokasi Optimalisasi Pemanfaatan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran SMP Tahun 2026 di Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurut Sari, penggunaan PID secara interaktif dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Layar perangkat dapat digunakan sebagai media latihan berbagai aktivitas pembelajaran.
“Kalaupun misalnya mau belajar menulis, PID bisa jadi papan tulis anak-anak. Mereka bisa latihan menulis di papan, pakai jari mereka,” katanya.
Sari mengatakan siswa juga dapat menggunakan PID untuk melatih kemampuan berhitung. “Mereka bisa belajar menulis, berhitung, dan calistungnya bisa dilatih di PID,” ujarnya.
Menurut Sari, pemanfaatan teknologi menjadi penting karena sebagian siswa SMP di Asmat masih membutuhkan penguatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Kondisi tersebut membutuhkan pendekatan pembelajaran yang tetap sesuai dengan kebutuhan siswa.
Ia menilai guru dapat mengeksplorasi fungsi PID untuk membuat proses belajar lebih menarik. Pemanfaatan perangkat juga dapat disesuaikan dengan materi yang sedang diajarkan.
Ia juga mengingatkan jumlah siswa di Asmat menjadi salah satu pertimbangan dalam pemanfaatan perangkat digital. Menurutnya, kebutuhan perangkat perlu terus disesuaikan dengan jumlah sekolah dan peserta didik.
“Ini PR besar karena jumlah siswanya banyak di Asmat ini cukup banyak. PID satu kayaknya masih kurang,” ujar Sari.
Sari berharap perangkat yang telah tersedia dapat dimanfaatkan guru secara optimal. Pemanfaatan tersebut diharapkan membantu menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif sekaligus tetap sesuai dengan kebutuhan siswa di Asmat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....