Kemendikdasmen Siapkan Pelatihan Berkelanjutan Guru yang Gunakan PID
- 16 Agt 2026 11:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemendikdasmen menyiapkan program pendampingan berkelanjutan untuk guru dalam menggunakan Papan Interaktif Digital (PID).
- Pelatihan dan peningkatan kemampuan guru merupakan langkah penting yang harus mengikuti penyediaan perangkat digital di sekolah.
- Guru dianggap sebagai bagian krusial dalam kesuksesan transformasi digital pembelajaran di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
RRI.CO.ID, Asmat: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan pendampingan berkelanjutan bagi guru pengguna Papan Interaktif Digital (PID). Langkah tersebut dilakukan agar bantuan perangkat dapat diikuti peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkannya.
Tim Teknis Direktorat SMP Kemendikdasmen, Sari Nurlita mengatakan perangkat digital perlu disertai pelatihan bagi guru. Ia menyebut guru menjadi bagian penting dalam keberhasilan transformasi digital pembelajaran.
“Bantuan ini bukan hanya sebatas perangkat, tapi juga memang diiringi dengan diperbanyak pelatihan-pelatihan ke guru. Karena bagaimanapun juga guru ini menjadi ujung tombak transformasi digital,” ujar Sari usai kegiatan Advokasi Optimalisasi Pemanfaatan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran SMP Tahun 2026 di Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Sari mengatakan Direktorat SMP telah menyediakan Learning Management System (LMS) untuk membantu guru belajar secara mandiri. LMS tersebut memuat materi, modul, dan tugas yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi pembelajaran.
“Jadi kami itu ada LMS, Learning Management System. Di sana nanti Ibu Bapak guru bisa mendownload atau membaca secara mandiri materi yang sudah kami sampaikan,” kata Sari.
Selain LMS, Direktorat SMP juga menyediakan materi pembelajaran melalui kanal YouTube. Materi tersebut membantu guru mempelajari penggunaan PID secara visual.
Pembelajaran melalui LMS, kata Sari, tidak hanya dilakukan dengan membaca materi. Guru juga mendapatkan tugas untuk membuat media pembelajaran interaktif.
“Kami di sana menyiapkan modul terkait pembuatan media pembelajaran interaktif. Nanti mereka dikasih tugas, mereka harus mengunggah media pembelajaran interaktif yang mereka buat,” ucapnya.
Sari mengatakan Direktorat SMP juga memiliki dashboard pemantauan untuk melihat perkembangan pemanfaatan PID di sekolah penerima. Data tersebut terhubung dengan aktivitas guru dalam LMS.
“Ketika Ibu Bapak guru sudah mengisi LMS, mengerjakan, karena di LMS-nya bukan hanya sekadar membaca materi. Kami juga meminta ada tagihan-tagihan,” ujarnya.
Sistem tersebut, lanjut dia, memungkinkan pemerintah memantau perkembangan pemanfaatan perangkat di berbagai daerah. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sekolah yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
Sari berharap pelatihan bagi guru dapat terus dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah. Menurutnya, dinas pendidikan di daerah dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam memberikan pendampingan kepada guru.
“Kalau tidak ada, ya mungkin kita bekerja sama dari anggaran daerah, jadi dari dinas pendidikan di setiap provinsi, kota, kabupaten. Itu bisa menjadi kepanjangan tangan untuk melakukan pelatihan-pelatihan kepada guru,” kata Sari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....