Kemenbud-Antara Hadirkan Pameran Kilas Balik Proklamasi
- 16 Agt 2026 22:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenbud bersama Perum LKBN Antara menggelar Pameran Kemerdekaan yang mengulas arsip visual pers tentang sejarah lahirnya identitas bangsa.
- Pameran menampilkan koleksi 1.500 Tahun Numismatik Nusantara, memperlihatkan perjalanan mata uang sebagai bagian sejarah ekonomi dan kedaulatan Indonesia.
- Tapak Tilas Proklamasi menjadi tradisi tahunan setiap 16 Agustus, mengajak masyarakat menelusuri jejak perjuangan tokoh bangsa menuju kemerdekaan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Perum LKBN Antara meresmikan Pameran Kilas Balik Proklamasi dan Perjalanan Mata Uang sebagai Saksi Kemerdekaan. Pameran ini menampilkan 38 buku MERDEKA yang dialih rupa oleh Galeri Foto Jurnalistik Antara.
Menariknya, koleksi tersebut pernah diabadikan di Museum Monumen Pers di Solo, Jawa Tengah pada tahun 2009. Serta menampilkan testimoni almarhum Rosihan Anwar, yang pernah menjabat sebagai Redaktur Pelaksana Harian Merdeka saat buku tersebut ditampilkan pada 1946.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan bahwa pameran tersebut merupakan rangkaian kegiatan Tapak Tilas Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 2026. "Kami bekerja sama dengan LKBN Antara, dan juga Asosiasi Museum Indonesia," katanya saat menghadiri peresmian Pameran Kilas Balik Proklamasi dan Perjalanan Mata Uang sebagai Saksi Kemerdekaan, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu, 16 Agustus 2026.
Selain pameran Kilas Balik Proklamasi, pihak museum juga menampilkan pameran '1500 Tahun Numismatik Nusantara'. Pameran tersebut memperlihatkan perjalanan uang sebagai bagian penting dari perkembangan ekonomi dan kehidupan masyarakat Nusantara dari masa ke masa.
"Setiap keping koin dan lembar uang kertas menjadi saksi denyut ekonomi serta dinamika peradaban Nusantara dari masa ke masa," ucapnya. Koleksi numismatik dalam pameran memperlihatkan bagaimana perkembangan mata uang turut mencerminkan perjalanan sejarah dan kedaulatan bangsa Indonesia.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pameran tersebut menunjukkan bahwa perjalanan sejarah Indonesia tidak hanya berkaitan dengan perjuangan politik. Tetapi juga perkembangan ekonomi dan kebudayaan.
Berbagai koleksi yang ditampilkan mengajak pengunjung memahami kemerdekaan melalui sudut pandang sejarah terutama pada ekonomi. Tidak hanya itu, pameran ini juga memperlihatkan bagaimana identitas hingga kebudayaan pada masa Kemerdekaan Indonesia.
Menyoal kegiatan Tapak Tilas Kemerdekaan, kegiatan tersebut juga merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Tradisi ini mengajak masyarakat menelusuri kembali jejak perjuangan para tokoh bangsa dalam mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
"Setiap tanggal 16 Agustus, tradisi ini memikirkan sejarah panjang pada awal tahun 1980-an. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dewan Harian Nasional 1945 seiring berdirinya Museum Perumusan Naskah Proklamasi pada tanggal 24 November 1992," ujar Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....