Mengenal Sayuti Melik, Sosok di Balik Naskah Proklamasi
- 09 Agt 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sayuti Melik mengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang sebelumnya ditulis tangan oleh Soekarno pada dini hari 17 Agustus 1945.
- Sayuti Melik termasuk kelompok pemuda yang menginginkan Proklamasi segera dilaksanakan tanpa menunggu keputusan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
- Sayuti Melik terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok yang membawa Soekarno dan Mohammad Hatta pada 16 Agustus 1945.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sayuti Melik menjadi salah satu tokoh penting dalam proses lahirnya naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ia mengetik konsep Proklamasi yang sebelumnya ditulis tangan Soekarno pada dini hari 17 Agustus 1945.
Sayuti Melik termasuk kelompok pemuda yang menginginkan Proklamasi segera dilaksanakan tanpa menunggu keputusan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Ia bersama sejumlah pemuda lainnya terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok yang membawa Soekarno dan Mohammad Hatta pada 16 Agustus 1945.
Setelah Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta, proses perumusan naskah Proklamasi dilakukan di kediaman Laksamana Tadashi Maeda. Perumusan tersebut melibatkan Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo sebagai tokoh yang menyusun konsep awal naskah.
Setelah konsep disepakati, Soekarno meminta Sayuti Melik mengetiknya. Ia mengetik naskah tersebut di ruang bawah tangga dekat dapur dengan ditemani B.M. Diah.
Dalam proses pengetikan, Sayuti Melik melakukan sejumlah perubahan terhadap konsep tulisan tangan Soekarno. Ia mengubah kata "tempoh" menjadi "tempo" serta mengganti kalimat "wakil-wakil bangsa Indonesia" menjadi "atas nama bangsa Indonesia".
Sayuti juga menyesuaikan penulisan waktu menjadi "Djakarta, 17-8-05". Perubahan tersebut kemudian menghasilkan naskah Proklamasi yang dikenal dan dibacakan Soekarno pada 17 Agustus 1945.
Selain terlibat dalam proses pengetikan naskah, Sayuti Melik dikenal sebagai wartawan dan aktivis pergerakan nasional. Aktivitas jurnalistiknya membuat ia aktif menyuarakan gagasan kebangsaan dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Sikap tersebut menunjukkan posisi Sayuti dalam kelompok pemuda yang mendesak Soekarno dan Hatta mengambil keputusan kemerdekaan secara mandiri. Perbedaan pandangan antara golongan muda dan tua inilah yang menjadi salah satu latar belakang terjadinya peristiwa Rengasdengklok.
Naskah yang diketik Sayuti Melik kemudian menjadi bagian penting dari sejarah Proklamasi Indonesia. Dokumen tersebut menunjukkan bagaimana sebuah konsep tulisan tangan diolah menjadi naskah yang menjadi dasar pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Peran Sayuti Melik menunjukkan bahwa proses menuju Proklamasi melibatkan banyak tokoh dengan tugas berbeda. Dari perumusan naskah hingga pengetikan dan penyebaran informasi, setiap peran menjadi bagian penting dalam sejarah lahirnya Indonesia merdeka.
Hingga kini, nama Sayuti Melik tetap dikenang melalui perannya dalam menghasilkan naskah Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sosoknya menjadi contoh bahwa perjuangan kemerdekaan juga berlangsung melalui tulisan, jurnalistik, dan keberanian menyuarakan gagasan kebangsaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....