Kisah Dibalik Naskah Asli Proklamasi, Sempat Diselamatkan dari Tempat Sampah

  • 08 Agt 2026 13:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Naskah Proklamasi memiliki dua versi, yaitu tulisan tangan Soekarno sebagai konsep awal dan ketikan Sayuti Melik sebagai naskah final.
  • Naskah tulisan tangan Soekarno sempat dibuang ke tempat sampah setelah disalin oleh Sayuti Melik.
  • Wartawan B.M. Diah menyelamatkan naskah tulisan tangan Soekarno yang akan dibuang dan menyimpannya selama bertahun-tahun.

RRI.CO.ID, Jakarta – Naskah Proklamasi memiliki dua bentuk penting, yakni tulisan tangan Soekarno dan ketikan Sayuti Melik. Naskah tulisan tangan Soekarno merupakan konsep awal yang dirumuskan menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Melansir Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), setelah disalin Sayuti Melik, naskah tulisan tangan tersebut sempat dibuang ke tempat sampah. Wartawan B.M. Diah yang saat itu melihat langsung, kemudian menyelamatkannya dan menyimpannya selama bertahun-tahun.

Pada 19 Mei 1992, B.M. Diah menyerahkan naskah tulisan tangan tersebut kepada Presiden Soeharto. Naskah kemudian diteruskan kepada Menteri Sekretaris Negara Moerdiono sebelum diserahkan kepada ANRI.

Sejak saat itu, ANRI menyimpan naskah tulisan tangan Soekarno dalam ruang khusus penyimpanan arsip statis. ANRI juga melakukan berbagai upaya preservasi untuk menjaga kondisi naskah sebagai arsip bersejarah.

Naskah tulisan tangan tersebut beberapa kali dipinjamkan kepada Sekretariat Presiden untuk ditampilkan saat upacara kemerdekaan. Pada 18 Agustus 2022, Sekretariat Presiden mengembalikan naskah tersebut kepada ANRI setelah digunakan dalam upacara.

Sementara itu, naskah Proklamasi yang diketik Sayuti Melik merupakan dokumen berbeda dari naskah tulisan tangan Soekarno. Dokumen ketikan tersebut ditandatangani Soekarno dan Mohammad Hatta, kemudian diserahkan kepada negara pada 1960.

Dengan demikian, naskah tulisan tangan Soekarno kini tersimpan dalam ruang khusus ANRI. Sementara itu, naskah ketikan Sayuti Melik tercatat disimpan di Istana Negara Jakarta berdasarkan kajian Jurnal Kearsipan ANRI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....