Komisi VII DPR Tekankan Penguatan Ekonomi Tingkat Desa di Jawa Timur

  • 16 Agt 2026 12:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini blusukan, menyerap aspirasi masyarakat di Jawa Timur untuk melihat potensi ekonomi. Tepatnya, potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari tingkat desa.
  • Politikus PDIP ini mendorong, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal melalui pengembangan pisang Cavendish.
  • Insyaallah, semua (aspirasi) semuanya ditampung, penguatan ekonomi tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini blusukan, menyerap aspirasi masyarakat di Jawa Timur untuk melihat potensi ekonomi. Tepatnya, potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari tingkat desa.

Politikus PDIP ini mendorong, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal melalui pengembangan pisang Cavendish. Dukungan bibit dari pemerintah, diharapkan komoditas tersebut dapat menjadi sumber tambahan pendapatan masyarakat.

"Insyaallah, semua (aspirasi) semuanya ditampung, penguatan ekonomi tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Pemanfaatan lahan yang ada, bahkan dengan menanam beberapa batang pisang, dapat menjadi pintu masuk peningkatan pendapatan masyarakat," kata Novita dalam keterangan persnya, di Trenggalek, Jawa Timur, Minggu, 16 Agustus 2026.

Ia pun mengapresiasi, Kepala Desa Bringinan, Barno, yang dinilai mampu melahirkan inovasi pemberdayaan di tengah keterbatasan anggaran desa. Menurutnya, ide kepala desa tersebut sangat brilian.

"Dengan anggaran desa yang terbatas, Mbah Barno mampu menghadirkan gagasan yang segar dan 'out of the box'. Pisang Cavendish menjadi salah satu solusi pemberdayaan di tengah kondisi ekonomi, sosial, dan politik hari ini," ucap Novita.

Kemudian, ia menilai, keberhasilan Bringinan mengembangkan Cavendish layak direplikasi di desa-desa lain di Ponorogo. Menurutnya, jika model tersebut dikembangkan secara terencana, dampaknya dapat menjadi pengungkit ekonomi yang lebih luas.

"Kalau ini bisa ditularkan dan dilaksanakan di desa-desa lain. Tentu dapat menjadi salah satu pintu kebangkitan ekonomi Kabupaten Ponorogo," ujar Novita.

Bagi Novita, praktik tersebut menunjukkan pentingnya menghadirkan kebijakan dan pemberdayaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah bersama DPR memastikan, program ekonomi desa tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan pada penciptaan kemandirian ekonomi.

"Menciptakan peningkatan produktivitas, dan keberlanjutan pendapatan masyarakat. Bagaimana masyarakat memiliki sumber ekonomi yang tumbuh dari desa, dikelola oleh warga, dan manfaatnya kembali kepada keluarga serta lingkungan sekitar," kata Novita.

Diketahui, Novita telah blusukan ke Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Sabtu, 15 Agustus 2026. Ia berdialog dengan masyarakat mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari kondisi infrastruktur jalan hingga kebutuhan penerangan.

Kepala Desa Bringinan, Barno menjelaskan, budidaya pisang Cavendish mulai dikembangkan sejak 2024. Pemerintah desa saat itu mengalokasikan sekitar Rp3,5 juta untuk pengadaan benih, yang kemudian dilanjutkan dengan pelatihan kepada masyarakat.

Konsep yang dikembangkan sederhana, warga tidak harus memiliki lahan luas untuk memulai. Dengan menanam sekitar dua hingga lima batang, masyarakat sudah dapat memperoleh hasil tambahan ketika tanaman mulai berbuah.

Program tersebut kini mulai menunjukkan hasil. Pisang yang dibudidayakan warga telah menghasilkan buah dan memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga. "Alhamdulillah di Bringinan berhasil. Dengan adanya program ini, ekonomi keluarga ikut meningkat," ujar Barno.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....