Ketua DPR Minta Kebutuhan Warga Terdampak Gempa NTT Segera Dipenuhi

  • 15 Agt 2026 16:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan keprihatinan atas bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Puan meminta pemerintah bergerak cepat menangani dampak bencana serta memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan keprihatinan atas bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya. Puan meminta pemerintah bergerak cepat menangani dampak bencana serta memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.

"Pimpinan DPR menyampaikan keprihatinan atas bencana gempa besar di NTT. Pemerintah harus bergerak cepat untuk menangani dampak gempa, dan merespons cepat kebutuhan warga terdampak," kata Puan dalam keterangannya, Sabtu 15 Agustus 2026.

Diketahui, Gempa M 7 tersebut berpusat di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dan terjadi pada Sabtu pagi. Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan utara Flores seperti Maumere, Ngada, hingga Manggarai.

Gempa juga sempat memicu tsunami kecil di sejumlah wilayah. Namun, peringatan dini tsunami telah dicabut. Kuatnya guncangan menyebabkan sejumlah bangunan rusak hingga runtuh dan membuat warga panik.

Hingga Sabtu pukul 15.00 WIB, sore sebanyak 38 orang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah warga mengalami luka-luka. Dua korban di antaranya merupakan ibu dan anak yang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan rumah.

"Duka cita mendalam kami sampaikan bagi para korban dan keluarga. Semoga korban yang mengalami luka-luka juga dapat segera pulih," ujar Puan.

Puan mengatakan Pemerintah Provinsi NTT masih melakukan pendataan terhadap korban dan kerusakan, terutama di wilayah pedalaman. Ia meminta proses pendataan dipercepat agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.

"Pendataan yang cepat dapat memudahkan penanganan pascagempa. Sehingga kebutuhan korban dapat segera diberikan," kata Puan.

Gempa NTT juga dirasakan hingga sejumlah wilayah di provinsi tetangga, seperti Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Serta Kabupaten Kepulauan Selayar dan Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Di Selayar dan Bulukumba, warga sempat melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi setelah terdeteksi tsunami dengan ketinggian sekitar 0,5 meter. Meski peringatan dini tsunami telah dicabut, Puan meminta pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi di wilayah terdampak.

Masyarakat juga diimbau menjauhi kawasan pantai untuk sementara waktu. "Meski peringatan dini tsunami telah dicabut, pemerintah harus terus melakukan pemantauan dan memberikan informasi perkembangan situasi kepada masyarakat," kata Puan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....