Gempa Magnitudo 7,7 Flores dan Tragedi 1992, Apa Hubungannya? Ini Kata BMKG dan Pakar
- 16 Agt 2026 10:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 dini hari, memicu peringatan dini tsunami sejumlah wilayah.
- BMKG menjelaskan, gempa terjadi akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust (Sesar Naik Busur Belakang Flores).
- Gempa tersebut tergolong gempa dangkal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)
RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 dini hari, memicu peringatan dini tsunami sejumlah wilayah. BMKG menjelaskan, kekuatan gempa bumi Magnitudo 7,7 berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dan kedalaman 15 kilometer.
Lantas, apa yang menjadi penyebab gempa besar NTT tersebut? simak jawabannya dalam artikel ini. BMKG menjelaskan, gempa terjadi akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust (Sesar Naik Busur Belakang Flores).
Aktivitas itu, merupakan struktur sesar aktif yang membentang di bagian utara Pulau Flores. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto membeberkan, analisis terhadap lokasi episenter, kedalaman hiposenter, serta mekanisme sumber.
"Gempa tersebut tergolong gempa dangkal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Wijayanto dalam rilis resmi BMKG seperti dilansir Antara, Minggu, 16 Agustus 2026.
Sementara, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama menjelaskan, aktivitas sesar aktif di utara Flores memiliki sejarah menghasilkan gempa besar. Karena, mekanisme serupa juga berkaitan dengan gempa Flores yang terjadi pada 1992.
Gempa Flores 1992, menjadi salah satu catatan paling kelam dalam sejarah kebencanaan Indonesia. Karena, gempa tersebut diikuti tsunami dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Riwayat tersebut membuat aktivitas Flores Back-Arc Thrust menjadi salah satu perhatian utama. Yakni, dalam pemantauan kegempaan di kawasan Nusa Tenggara.
Kemiripan dengan peristiwa 1992 juga menjadi perhatian Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Irwan Meilano. Ia menilai, lokasi dan mekanisme gempa terbaru memiliki kemiripan dengan gempa Flores 1992 yang saat itu berkekuatan sekitar Magnitudo 7,9.
“Apabila kita melihat dari mekanisme gempa serta lokasi gempa, maka gempa ini sangat berdekatan. Dan memiliki kemiripan dengan kejadian gempa di Flores pada tahun 1992,” ujar Irwan.
Ia mengingatkan, tsunami 1992 diperparah oleh longsoran bawah laut, sehingga dampaknya menjadi sangat besar. Meski memiliki kemiripan karakteristik, perbandingan dengan gempa 1992 tidak berarti bencana yang sama pasti akan kembali terjadi.
Irwan justru menekankan, pentingnya kewaspadaan karena aktivitas gempa susulan masih berlangsung setelah gempa utama. BMKG mencatat, sebanyak 235 gempa susulan hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 14.00 WIB, dengan kekuatan berkisar M2,5 hingga M6,2.
Grafik pemantauan BMKG saat itu juga menunjukkan aktivitas gempa susulan belum mengalami peluruhan yang signifikan. Aktivitas tersebut berkaitan dengan proses penyesuaian pada zona sesar setelah terjadi gempa utama.
Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak perlu tetap mengikuti informasi resmi BMKG dan tidak mengabaikan potensi bahaya akibat gempa susulan. Yang perlu dipahami, gempa bumi tidak dapat diprediksi secara pasti kapan dan di mana akan terjadi.
Namun, keberadaan sesar aktif serta sejarah gempa besar di wilayah tersebut menjadi alasan penting bagi masyarakat. Masyarakat NTT harus memperkuat kesiapsiagaan terhadap ancaman gempa dan tsunami.
Dengan demikian, pemicu utama gempa Flores bukanlah fenomena cuaca maupun aktivitas gunung api. Melainkan, pergerakan tektonik pada Flores Back-Arc Thrust.
Struktur sesar naik tersebut memang dikenal sebagai salah satu sumber gempa aktif. Yakni di kawasan Bali, Lombok hingga Flores dan telah terbukti mampu menghasilkan gempa dangkal berkekuatan besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....