Kemensos Kirim 48 Ton Beras, Wamensos Terjun ke NTT

  • 16 Agt 2026 08:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemensos mengirim 48 ton beras untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak gempa NTT
  • Wamensos Agus Jabo Priyono diterjunkan ke NTT untuk memastikan penyaluran bantuan
  • Kemensos telah menggerakkan logistik kebencanaan senilai sekitar Rp4,52 miliar
  • Tagana dan tim PSKB membantu evakuasi, asesmen, pendataan, serta pemenuhan kebutuhan dasar
  • Pemerintah terus memantau kondisi pengungsi dan menambah bantuan sesuai kebutuhan lapangan

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) mengirim 48 ton beras untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa NTT. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono juga diterjunkan ke NTT untuk memastikan bantuan menjangkau warga.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan seluruh jajaran Kemensos bergerak sejak gempa mengguncang NTT pada Sabtu 15 Agustus 2026. Selain beras, Kemensos telah menggerakkan logistik kebencanaan dengan nilai awal sekitar Rp4,52 miliar.

“Kita kirim 48 ton beras untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak. Pak Wamen Agus Jabo juga berangkat ke NTT,” kata Gus Ipul, Sabtu melalui rilis resmi Kemensos.

Menurut Gus Ipul, kehadiran Wamensos diperlukan untuk memperkuat koordinasi penyaluran bantuan di lapangan. Kemensos terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Tagana, BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan unsur penanganan lainnya.

“Sekarang yang paling utama adalah menyelamatkan dan melindungi warga. Pastikan pengungsi mendapatkan tempat yang aman, makanan tersedia, kelompok rentan terlayani,” ujarnya.

Gempa magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA. Episenter berada di laut sekitar 30–38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum mengakhirinya pada pukul 07.41 WIB. Gempa tersebut juga diikuti sejumlah gempa susulan.

Berdasarkan laporan sementara hingga Sabtu pukul 15.40 WIB, sekitar 2.000 jiwa terdampak gempa. Jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan oleh pemerintah dan tim gabungan.

Data sementara mencatat 38 orang meninggal dunia, enam orang mengalami luka-luka, dan dua orang masih dilaporkan tertimbun. Kemensos menegaskan seluruh data tersebut masih diverifikasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Saya minta tim jangan hanya cepat, tetapi juga teliti. Data korban meninggal, luka, pengungsi, maupun kerusakan rumah harus terus diverifikasi,” kata Gus Ipul.

Wilayah terdampak antara lain Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende. Kemensos bersama unsur terkait terus melakukan asesmen untuk menentukan kebutuhan penanganan berikutnya.

Selain 48 ton beras, Kemensos telah menggerakkan logistik kebencanaan dengan total nilai sekitar Rp4,518 miliar. Bantuan berasal dari Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, dan Gudang Pusat Kemensos di Bekasi.

Dari Sentra Efata Kupang, bantuan senilai Rp1,015 miliar bergerak menuju Kabupaten Nagekeo. Bantuan meliputi velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, kids ware, dan tenda serbaguna.

Sementara itu, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT menggerakkan bantuan sekitar Rp541,6 juta. Bantuan tersebut diarahkan ke Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur.

Kemensos juga mengirim tambahan bantuan dari Gudang Pusat Kemensos di Bekasi. Dua paket bantuan senilai hampir Rp3 miliar disiapkan menuju Dinas Sosial Provinsi NTT dan Sentra Efata Kupang.

Bantuan tersebut antara lain berupa 6.000 paket makanan siap saji, tenda, kasur, selimut, makanan anak, sandang anak dan dewasa, shower kit, serta dua set dapur umum lapangan.

“Stok yang ada paling dekat dengan lokasi langsung kita gerakkan. Dari pusat kita tambah lagi. Jadi bantuan tidak menunggu satu jalur,” ujar Gus Ipul.

Kemensos juga menurunkan Tagana dan tim Perlindungan Sosial Korban Bencana untuk membantu asesmen dan evakuasi. Tim turut melakukan pendataan korban, pendirian tenda darurat, serta pelayanan kebutuhan dasar masyarakat.

Sejumlah titik pengungsian sementara berada di Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng. Tim gabungan masih mendata warga yang bertahan di pengungsian setelah peringatan tsunami dicabut.

Wamensos Agus Jabo akan memantau langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan penanganan lanjutan bagi keluarga terdampak. Kemensos akan menambah bantuan apabila ditemukan kekurangan logistik atau kebutuhan pengungsian.

“Pak Wamen akan melihat langsung apa yang masih dibutuhkan. Kalau ada kekurangan logistik, kita tambah,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan dan tidak memasuki bangunan rusak sebelum dinyatakan aman. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi pemerintah dan BMKG.

“Keselamatan masyarakat yang utama. Kemensos akan terus bekerja bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....