Gempa NTT, Mensos: Keselamatan Warga Jadi Prioritas

  • 16 Agt 2026 07:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tagana dan tim PSKB membantu evakuasi, asesmen, pendataan, serta pelayanan pengungsian
  • Warga diminta waspada terhadap gempa susulan dan menjauhi bangunan yang rusak
  • Kemensos memprioritaskan keselamatan dan kebutuhan dasar warga terdampak gempa NTT
  • Sekitar 2.000 jiwa terdampak, dengan data korban masih dalam proses verifikasi
  • Bantuan logistik senilai sekitar Rp4,52 miliar telah dikerahkan ke wilayah terdampak

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas penanganan gempa NTT. Kemensos mengerahkan Tagana, tim PSKB, serta bantuan logistik untuk menangani warga terdampak.

Gus Ipul mengatakan jajaran Kemensos langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur penanganan bencana sejak gempa terjadi. Fokus utama diarahkan pada penyelamatan warga, pemenuhan kebutuhan pengungsi, dan percepatan pendataan korban.

“Fokus utama sekarang adalah penyelamatan dan perlindungan warga terdampak, memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, serta mempercepat pendataan korban,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis Kemensos kepada RRI.co.id , Sabtu, 15 Agustus 2026

Berdasarkan laporan sementara Kemensos hingga pukul 15.40 WIB, gempa berdampak pada Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende. Sekitar 2.000 jiwa dilaporkan terdampak, sementara jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan.

Data sementara juga mencatat 38 orang meninggal dunia, enam orang mengalami luka-luka, dan dua orang dilaporkan tertimbun. Gus Ipul menegaskan seluruh data masih diverifikasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Prioritas pertama tentu korban yang membutuhkan pertolongan, kemudian pengungsi, kelompok rentan, serta keluarga yang kehilangan tempat tinggal,” ujarnya.

Sejumlah titik pengungsian sementara telah disiapkan di Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng. Tim gabungan juga melakukan asesmen terhadap kerusakan rumah, fasilitas umum, serta kebutuhan mendesak masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, Kemensos telah menggerakkan bantuan logistik dengan nilai keseluruhan sekitar Rp4,52 miliar. Bantuan tersebut berasal dari Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, dan Gudang Pusat Kemensos di Bekasi.

Dari Sentra Efata Kupang, bantuan senilai lebih dari Rp1,01 miliar digerakkan menuju Kabupaten Nagekeo. Bantuan tersebut meliputi velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang, makanan anak, dan tenda keluarga.

Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT juga menggerakkan bantuan sekitar Rp541,6 juta menuju Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur. Bantuan tersebut berupa tenda keluarga, velbed, kasur, dan tenda serbaguna.

Sementara itu, tambahan bantuan sekitar Rp2,96 miliar disiapkan dari Gudang Pusat Bekasi. Bantuan dikirim menuju Dinas Sosial Provinsi NTT dan Sentra Efata Kupang.

Bantuan tambahan tersebut mencakup makanan siap saji, tenda, kasur, selimut, makanan anak, sandang, shower kit, serta dua set dapur umum lapangan.

“Logistik yang tersedia di daerah langsung kita gerakkan agar masyarakat tidak menunggu. Pada saat yang sama, stok dari pusat juga kita dorong,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul meminta Tagana bersama pemerintah daerah terus melakukan asesmen dan membantu evakuasi warga. Tim juga diminta menyiapkan tenda darurat, pelayanan pengungsian, dan dapur umum sesuai kebutuhan lapangan.

Kemensos juga melakukan verifikasi dan validasi terhadap korban meninggal bersama pemerintah daerah. Setelah data dinyatakan lengkap, santunan akan disalurkan kepada ahli waris sesuai ketentuan.

“Untuk keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Kemensos akan memastikan hak-hak korban ditangani sesuai ketentuan,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta menjauhi bangunan rusak dan mengikuti informasi resmi pemerintah serta BMKG.

“Yang paling penting sekarang keselamatan. Jangan masuk ke bangunan yang kondisinya belum dipastikan aman,” katanya.

Gempa terjadi Sabtu pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA dengan episenter di laut sekitar 30–38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo. Peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan sebelum akhirnya diakhiri setelah ancaman dinyatakan berlalu.

Hingga Sabtu sore, pendataan korban, pengungsi, dan kerusakan masih berlangsung. Kemensos menyatakan data tersebut bersifat sementara dan akan terus diperbarui berdasarkan hasil verifikasi lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....