Guru Manfaatkan Papan Digital untuk Pembelajaran Lebih Interaktif

  • 15 Agt 2026 17:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyelenggarakan Advokasi Pemanfaatan Perangkat Digitalisasi Pembelajaran di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat untuk mendorong guru menggunakan teknologi digital dalam pembelajaran.
  • Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Menengah Pertama dan Direktorat Jenderal PAUD bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan Interactive Digital Panel atau Papan Interaktif Digital di kelas.
  • Upaya digitalisasi pembelajaran ini dirancang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah pertama.

RRI.CO.ID, Bandung Barat – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong guru memanfaatkan perangkat digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Advokasi Pemanfaatan Perangkat Digitalisasi Pembelajaran di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Program itu diselenggarakan Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan Interactive Digital Panel atau Papan Interaktif Digital di kelas.

Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan PNFI, Gogot Suharwoto, mengatakan penyediaan perangkat digital harus diikuti peningkatan kompetensi guru. Menurutnya, keberhasilan digitalisasi pendidikan ditentukan oleh pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

“Teknologi tidak menggantikan peran guru. Justru teknologi harus memperkuat kemampuan guru menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan kreatif,” ujar Gogot dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 Agustus 2026.

Ia menegaskan perangkat digital harus membantu guru mengembangkan bahan ajar sesuai kebutuhan murid. Pemanfaatan teknologi juga diharapkan mendorong kolaborasi dan inovasi dalam pembelajaran.

Gogot mengatakan, papan interaktif digital tidak boleh berhenti sebagai perangkat di ruang kelas. Teknologi tersebut harus menjadi bagian dari proses pembelajaran yang aktif dan bermakna.

“Kami ingin papan interaktif digital digunakan untuk menjelaskan konsep secara menarik. Perangkat ini harus membantu setiap anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih baik,” katanya.

Guru Matematika SMPN 1 Atap Rimbakarya, Sumirah, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari kegiatan advokasi tersebut. Ia mempelajari pemanfaatan papan interaktif digital, penyusunan media pembelajaran, dan penggunaan kecerdasan artifisial atau AI.

Sumirah berencana menerapkan materi pelatihan dalam pembelajaran matematika di sekolahnya. Ia ingin memperbaiki perencanaan, bahan ajar, dan media pembelajaran agar lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.

“Kegiatan advokasi ini memberikan banyak pengetahuan baru. Saya akan menerapkannya dalam pembelajaran mulai dari perencanaan hingga pembuatan bahan ajar,” ujarnya.

Ia berharap penggunaan papan interaktif digital membuat pembelajaran matematika lebih menarik dan meningkatkan partisipasi siswa. Menurutnya, teknologi dapat membantu siswa lebih antusias dan memperoleh hasil belajar yang lebih baik.

Sumirah juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen dan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai pemberian perangkat digital dan pelatihan menjadi dukungan penting bagi peningkatan kualitas pendidikan.

Pengalaman serupa dirasakan guru SMP PGRI 385 Puteran, Dewa Romshani. Ia mengaku memahami berbagai fitur papan interaktif digital, termasuk penggunaan dua layar dan fitur penerjemahan otomatis.

“Pelatihan ini membuat saya memahami bahwa belajar bukan hanya soal materi. Media pembelajaran dan teknologi juga sangat penting untuk mendukung proses belajar,” katanya.

Dewa berencana membagikan pengetahuan yang diperolehnya kepada rekan-rekan guru di sekolah. Ia berharap pelatihan serupa dapat menjangkau lebih banyak guru agar pemanfaatan teknologi semakin luas di sekolah.

Kemendikdasmen berharap pendampingan berkelanjutan membuat perangkat digital semakin terintegrasi dalam pembelajaran sehari-hari. Dengan demikian, teknologi di sekolah dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif, kreatif, dan beragam bagi siswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....