Kemensos Kerahkan Bantuan Rp4,5 Miliar untuk Gempa NTT
- 15 Agt 2026 14:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemensos mengerahkan bantuan logistik senilai Rp4,5 miliar untuk korban gempa NTT
- Tagana dan petugas sosial diterjunkan untuk melakukan asesmen serta evakuasi warga
- Bantuan mencakup makanan, tenda, selimut, kasur, perlengkapan keluarga, dan dapur umum
- Sekitar 2.000 jiwa terdampak, dengan satu korban meninggal dan empat orang luka-luka
- Kemensos bersama pemerintah daerah terus memverifikasi kerusakan dan kebutuhan warga
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Sosial mengerahkan personel dan memobilisasi bantuan logistik senilai Rp4,5 miliar untuk korban gempa NTT. Bantuan disiapkan setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur, Sabtu 15 Agustus 2026.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf mengatakan Tagana dan Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana langsung diterjunkan ke wilayah terdampak. Tim bersama pemerintah daerah dan unsur lainnya melakukan asesmen, evakuasi, pendataan, serta pemenuhan kebutuhan warga.
“Semua unsur sudah bergerak dan berkoordinasi di lapangan. BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kemensos, pemerintah daerah, serta relawan bersama-sama melakukan evakuasi,” kata Gus Ipul dalam rilis resmi Kemensos)
| Baca juga: BRIN Dukung Riset Sekolah Rakyat Kemensos |
Kemensos juga menyiapkan sejumlah titik pengungsian sementara bagi warga terdampak. Lokasi tersebut antara lain Lapangan Umum Mbay serta beberapa tempat aman di Maumere, Borong, dan Ruteng.
Bantuan logistik digerakkan dari Sentra Efata Kupang dan Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT. Dukungan tambahan juga dimobilisasi dari Gudang Pusat Bekasi menuju NTT.
Total nilai bantuan yang dimobilisasi mencapai sekitar Rp4,518 miliar. Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji, makanan anak, tenda, selimut, kasur, perlengkapan keluarga, hingga peralatan dapur umum.
“Logistik sudah kita gerakkan dari Kupang dan dari pusat. Tim Kemensos juga berada di lapangan bersama pemerintah daerah dan unsur lainnya,” ujar Gus Ipul.
Berdasarkan data sementara hingga Sabtu siang, sekitar 2.000 jiwa terdampak gempa. Satu orang dilaporkan meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka, namun data tersebut masih diverifikasi.
Wilayah terdampak sementara meliputi Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende, Kabupaten Nagekeo. Khususnya Mbay dan sekitarnya, menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak.
Sebelumnya, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi. Warga di sejumlah wilayah pesisir kemudian bergerak menuju tempat lebih tinggi hingga peringatan tersebut diakhiri.
Kemensos bersama pemerintah daerah juga terus memverifikasi kerusakan rumah dan fasilitas umum. Pendataan mencakup korban meninggal, korban luka, warga yang membutuhkan pengungsian, serta kebutuhan bantuan lanjutan.
Gus Ipul memastikan jajaran Kemensos akan terus berada di lapangan selama proses penanganan berlangsung. Dukungan bantuan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi dan hasil asesmen kebutuhan warga.
“Tim akan terus dampingi warga. Yang perlu dievakuasi kita bantu, yang membutuhkan tempat sementara kita siapkan, kebutuhan dasarnya kita dukung,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....