Kementerian PU Kerahkan Alat Berat Bersihkan Longsoran Jalan Pasca Gempa NTT

  • 15 Agt 2026 16:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU mengerahkan alat berat untuk membersihkan longsoran yang menutup sejumlah jalan nasional di NTT
  • Penanganan longsoran diprioritaskan untuk menjaga konektivitas masyarakat dan mendukung mobilitas penanganan pascagempa
  • Pemeriksaan infrastruktur dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan petugas dan potensi gempa susulan

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak menangani longsoran yang menutup sejumlah ruas jalan nasional pascagempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan dilakukan untuk menjaga konektivitas masyarakat sekaligus mendukung mobilitas penanganan bencana di wilayah terdampak.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan duka cita yang mendalam kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di NTT. Ia juga mendoakan agar masyarakat yang menjadi korban diberikan kekuatan dan keselamatan dalam menghadapi kondisi tersebut.

"Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan baik. Kementerian PU akan terus mendukung upaya penanganan di lapangan sesuai kebutuhan," kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Ia juga menginstruksikan jajaran balai di NTT meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak gempa. “Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan,” ucapnya.

Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Kementerian PU melakukan pemantauan dan identifikasi kondisi infrastruktur secara bertahap. Pemeriksaan dilakukan dengan mempertimbangkan kemungkinan terjadinya gempa susulan di sejumlah wilayah terdampak.

Hasil pemantauan awal menunjukkan sejumlah longsoran tebing menutup badan jalan nasional di beberapa ruas wilayah NTT. Ruas terdampak antara lain Malwatar-Bts Kota Ruteng, Ruteng-Km 210, serta Ruteng-Reo-Kedindi.

Longsoran juga ditemukan pada ruas Km 210-Bts Kabupaten Manggarai, Gako-Aigela-Bts Kota Ende dan Danga-Maropokot. Selain itu, longsoran tercatat pada ruas Kota Ende-Wolowaru serta Wolowaru-Maumere.

Untuk mempercepat pembersihan material longsoran, Kementerian PU telah mengerahkan sejumlah alat berat ke lokasi terdampak. Pada wilayah PPK 3.3, satu unit loader bergerak menuju lokasi untuk mendukung penanganan material longsoran.

Sementara wilayah PPK 3.4 mendapatkan dukungan satu unit excavator untuk menangani material longsoran. Kemudian, dua unit loader dikerahkan pada wilayah PPK 4.1 dan satu excavator disiagakan di Ende.

Kepala BPJN NTT Janto mengatakan pembersihan material longsoran menjadi prioritas tim di lapangan. Pemeriksaan menyeluruh terhadap jembatan dan seluruh ruas jalan nasional masih mempertimbangkan faktor keselamatan petugas.

Menurut Janto, kondisi tersebut berkaitan dengan potensi gempa susulan yang masih dapat terjadi. Kementerian PU akan memperbarui data kerusakan berdasarkan hasil asesmen ketika kondisi lapangan memungkinkan.

Penanganan dilakukan bertahap untuk memastikan infrastruktur jalan nasional kembali berfungsi setelah terdampak gempa. Upaya tersebut sekaligus mendukung akses masyarakat dan proses pemulihan di wilayah NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....