Menhub Prioritaskan Keselamatan dan Kelancaran Transportasi Pasca Gempa NTT
- 15 Agt 2026 12:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menhub Dudy Purwagandhi memprioritaskan keselamatan transportasi dan meminta pemeriksaan fasilitas terdampak gempa di NTT
- Gempa merusak sejumlah fasilitas transportasi, termasuk Pelabuhan Laurentius Say, Pelabuhan Reo, Pelabuhan Nangakeo, dan Bandara Komodo
- Kemenhub berkoordinasi dengan BMKG, Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, dan operator transportasi untuk memantau kondisi lapangan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprioritaskan keselamatan dan kelancaran transportasi setelah gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur. Dudy menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas transportasi terdampak untuk memastikan seluruh sarana prasarana tetap aman.
Gempa bumi terjadi dan berdampak terhadap sejumlah fasilitas transportasi NTT, Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Beberapa fasilitas terdampak meliputi Pelabuhan Laurentius Say, Pelabuhan Reo, Pelabuhan Nangakeo, hingga Bandar Udara Komodo.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan duka cita dan keprihatinan atas gempa bumi yang melanda wilayah NTT. Ia telah meminta seluruh unit kerja terkait memeriksa fasilitas transportasi terdampak, termasuk pelabuhan, terminal, dan bandara.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana transportasi tetap aman setelah gempa bumi terjadi. Dudy menegaskan keselamatan penumpang serta seluruh petugas harus menjadi prioritas utama dalam penanganan dampak gempa.
“Pemeriksaan secara menyeluruh terhadap fasilitas-fasilitas transportasi terdampak, baik pelabuhan, terminal hingga bandara, guna memastikan. Seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi aman pasca terjadinya gempa bumi. Keselamatan penumpang dan seluruh petugas harus tetap jadi prioritas utama,” ujar Dudy Purwagandhi di Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Di Pelabuhan Laurentius Say, gempa mengakibatkan bagian dermaga dan bangunan ruang tunggu mengalami kerusakan hingga roboh. Saat kejadian berlangsung, KM Bukit Siguntang diketahui sedang sandar di dermaga pelabuhan tersebut.
Pelabuhan Reo mengalami kerusakan pada bagian kantor dan terminal akibat gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Meski mengalami kerusakan, tidak terdapat korban jiwa di Pelabuhan Reo akibat kejadian tersebut.
Kerusakan ringan juga terjadi di Pelabuhan Nangakeo, berupa plafon runtuh serta tembok yang mengalami keretakan. Kondisi tersebut menyebabkan layanan perintis di pelabuhan untuk sementara dihentikan setelah gempa bumi terjadi.
Di Bandar Udara Komodo, kerusakan terjadi pada Gedung PKP-PK, Terminal Sisi Darat, dan Gedung Administrasi akibat gempa. Kerusakan minor juga ditemukan pada fillet Taxiway A, namun bandara tetap beroperasi dengan pembatasan.
Dudy meminta UPT Kemenhub di NTT dan sekitarnya terus berkoordinasi dengan BMKG, Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, serta operator transportasi. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau kondisi lapangan dan memastikan keselamatan penumpang serta petugas.
“Meskipun peringatan dini tsunami telah dicabut, saya minta seluruh pihak untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam bermobilitas, khususnya di wilayah terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, selalu update informasi resmi terkait cuaca dari BMKG, dan senantiasa ikuti arahan petugas di lapangan,” ucapnya.
Kementerian Perhubungan akan terus memantau kondisi sarana dan prasarana transportasi di wilayah terdampak hingga layanan kembali berjalan optimal. Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menunggu pembaruan resmi Kemenhub.
“Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi di wilayah NTT dan sekitarnya. Saya berharap aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala,” kata Dudy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....