Menbud Fadli Usulkan Aksara Nusantara jadi Media Edukasi Generasi Muda

  • 14 Agt 2026 19:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menbud Fadli dukung Aksara Nusantara sebagai media edukasi budaya agar generasi muda semakin mengenal identitas budaya Indonesia.
  • Aksara Nusantara dirumuskan secara kolaboratif oleh Keraton Majapahit Jakarta, akademisi, dan pegiat aksara selama satu tahun.
  • Pengembangan aksara diarahkan menjadi inovasi pembelajaran, sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya dan sejarah Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mendukung pengembangan Aksara Nusantara sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda Indonesia. Ia menilai, keberagaman aksara Indonesia penting dirawat dan dikembangkan agar generasi muda semakin mengenal identitas budaya sejak dini.

Ia menilai keberagaman aksara Indonesia penting dirawat dan dikembangkan agar generasi muda semakin mengenal identitas budaya sejak dini. Indonesia memiliki sekitar 1.340 etnis dan 718 bahasa, sementara Aksara Nusantara mempunyai sekitar 15 hingga 30 variasi berbeda.

"Aksara kita dengan variasi yang kurang lebih antara 15 sampai 30 variannya. Kita tahu ada Aksara Jawa, Aksara Bali, ada Sunda, ada Makassar, ada banyak lagi aksara-aksara kita," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 14 Agustus 2026.

Pengembangan aksara dirumuskan Keraton Majapahit Jakarta bersama ahli perguruan tinggi dan pegiat aksara melalui proses kolaborasi selama setahun. Proses tersebut melibatkan Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Diponegoro, dan UIN Alauddin secara kolaboratif bersama.

Lebih lanjut, ia menjelaskan keberagaman aksara tersebut menjadi ruang untuk mencari titik temu kesamaan dan merumuskan sebuah bentuk yang dapat menjadi bagian dari upaya sinergi dan sintesis dari keberagaman budaya Indonesia.

Ia juga menyebut inovasi tersebut perlu diuji lebih luas agar masyarakat menerima dan mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Menurutnya, pengembangan aksara harus tetap mengikuti perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai sejarah dan identitas budaya yang diwariskan leluhur.

"Apa yang dilakukan oleh tim Aksara Nusantara ini berusaha untuk mencari titik temu kesamaan dan membuat satu formulasi. Ini yang menjadi satu upaya untuk membuat satu sinergi dan juga satu sintesis dari keberagaman itu," ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi pendidikan dan kebudayaan dapat membuat pembelajaran aksara terasa lebih dekat dengan kehidupan generasi muda sekarang. Kegiatan tersebut juga menghadirkan penampilan seni budaya, sejarah Majapahit, Kesultanan Banjar, serta demonstrasi membaca dan menulis aksara Nusantara.

Ketua Kraton Majapahit Jakarta, Jenderal TNI (Purn.) AM Hendropriyon menyampaikan setelah satu tahun kita berproses. Para ahli telah berhasil merumuskan aksara Nusantara.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi antara Kraton Majapahit Jakarta dan dunia pendidikan dalam memperkenalkan Aksara Nusantara. "Ini adalah inovasi pembelajaran yang dapat menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap budaya, sejarah, dan identitas bangsa sejak usia dini," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....