Kemenbud Akan Sulap Situs Bersejarah Bogor jadi Cagar Budaya Nasional

  • 14 Agt 2026 15:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenbud siapkan situs bersejarah Bogor seperti Ciaruteun, Kebon Kopi, Prasasti Jambu, dan Arca Domas menjadi Cagar Budaya Nasional.
  • Pelestarian sejarah sekaligus dorong wisata budaya, termasuk rencana membuat replika Prasasti Kebon Kopi 2 yang telah hilang.
  • Kemenbud buka peluang pengembangan talenta seni Bogor, termasuk festival film dan penguatan komunitas budaya daerah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menyiapkan sejumlah situs bersejarah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk ditata menjadi Cagar Budaya Nasional. Penataan tersebut dilakukan untuk memperkuat perlindungan warisan sejarah sekaligus meningkatkan status situs sebagai bagian penting kebudayaan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon di Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa malam, 11 Agustus 2026. Ia mengatakan kementeriannya juga tengah melakukan revitalisasi terhadap beberapa situs sebagai bagian dari upaya pelestarian peninggalan sejarah.

"Kita sedang merevitalisasi beberapa situs di Kabupaten Bogor, kita baru angkat itu Batu Cianten dan kita buat museum. Nanti kita tata beberapa situs-situs warisan budaya dunia dan kita akan tingkatkan menjadi Cagar Budaya Nasional," kataya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 14 Agustus 2026.

Ia menyebut sejumlah situs yang menjadi perhatian Kemenbud antara lain Situs Ciaruteun, Kebon Kopi 1, dan Kebon Kopi 2. Selain itu, ada juga Prasasti Jambu, serta temuan-temuan baru di kawasan Arca Domas.

Khusus Kebon Kopi 2, menurut dia, pihaknya berencana membuat replika karena prasasti tersebut telah hilang. Ia menjelaskan pelestarian berbagai peninggalan sejarah tersebut merupakan bagian dari pengembangan potensi kebudayaan yang dimiliki Kabupaten Bogor.

Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki potensi besar untuk pengembangan berbagai jenis wisata. Mulai dari wisata budaya, sejarah, religi, kuliner hingga wisata alam.

"Terutama yang wisata budaya, wisata sejarah, wisata religi. Kita tentu di Kementerian Kebudayaan akan bekerja sama," ujarnya.

Ia menilai peninggalan sejarah dan budaya di Kabupaten Bogor perlu terus dijaga. Sekaligus dikembangkan agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Selain pelestarian warisan budaya, ia juga membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. Salah satunya dalam pengembangan ekosistem seni dan budaya kontemporer.

Ia berharap Kabupaten Bogor dapat melahirkan banyak sineas, komunitas sastra, pelaku seni pertunjukan, musisi, hingga seniman rupa berbakat. Ia bahkan membuka peluang penyelenggaraan festival film sebagai salah satu sarana pengembangan ekosistem kebudayaan di daerah tersebut.

"Saya tahu banyak talenta-talenta hebat juga dari Kabupaten Bogor. Nanti kita akan bekerja sama terutama di bidang kebudayaan," ucapnya.

Pernyataan tersebut disampaikannya usai menyaksikan Konser Kemerdekaan Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026. Konser tersebut dilaksanakan di Lapangan Panahan Kompleks Stadion Pakansari, Cibinong.

Konser yang untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Bogor itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI. Sebagai informasi, GBN 2026 tampil di Istana Negara pada 17 Agustus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....