Kemenbud Akan Hadirkan Museum Musik Indonesia di Bandung
- 06 Agt 2026 13:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenbud merintis Museum Musik Indonesia di bekas Gedung Jiwasraya, Bandung, sebagai pusat pelestarian sejarah dan perjalanan musik nasional.
- Museum akan menghadirkan memorabilia musisi legendaris, termasuk koleksi Titiek Puspa dan Idris Sardi, serta melibatkan komposer dan musisi dalam penyusunan konsepnya.
- Kemenbud ingin lagu-lagu legendaris tetap hidup melalui program Harmoni Zaman agar terus dikenal dan dinikmati lintas generasi, termasuk Generasi Z.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan pemerintah tengah merintis pembangunan Museum Musik Indonesia sebagai pusat pelestarian sejarah musik nasional. Museum tersebut diharapkan menghadirkan perjalanan musik Indonesia dari masa awal hingga perkembangan industri musik modern saat ini.
Ia mengatakan, Museum Musik Indonesia direncanakan memanfaatkan bekas Gedung Jiwasraya di Jalan Asia Afrika, Bandung. Hal ini mengingat, sebelumnya gedung tersebut telah lama tidak digunakan oleh warga Bandung.
''Kami sedang merintis Museum Musik Indonesia agar dapat memberikan gambaran perjalanan musik Indonesia seperti apa. Semoga kehadiran museum ini bisa memberikan gambaran musik Indonesia dari awal sampai akhir," katanya saat menghadiri konser 'Sepanjang Jalan Kenangan: Sejuta Cerita Is Haryanto', Soehanna Hall, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia menyampaikan, nantinya, museum tersebut akan menampilkan berbagai memorabilia para musisi legendaris Indonesia yang memiliki nilai sejarah tinggi. Sejumlah koleksi dari keluarga seniman, termasuk Titiek Puspa dan Idris Sardi, mulai dihimpun sebagai bagian dari persiapan museum.
Pihaknya juga terus berdiskusi bersama para komposer, musisi, dan pelaku industri untuk menyusun konsep museum secara komprehensif. Langkah itu dilakukan agar tokoh-tokoh penting dalam perjalanan musik Indonesia dapat dikenalkan kepada masyarakat melalui narasi yang menarik.
"Kita berharap, pembangunan museum musik yang berada di Bandung bekas gedung mangkrak akan digunakan sebaik mungkin. Kita sudah berdiskusi dengan para komposer dan musisi, agar tokoh yang menjadi tonggak dalam musik Indonesia bisa tergambar disana," ucapnya.
Selain pembangunan museum, Kementerian Kebudayaan rutin menghadirkan program Harmoni Zaman. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan kepada para musisi lintas generasi.
Program tersebut mempertemukan penyanyi era 1970-an, 1980-an, 1990-an, hingga mantan penyanyi cilik dalam satu panggung bersama. Tidak hanya itu, kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi lintas generasi untuk merayakan perjalanan panjang musik Indonesia.
Ia berharap lagu-lagu legendaris Indonesia tetap hidup dan terus dinyanyikan oleh generasi muda pada masa mendatang. Menurutnya, karya seperti 'Sepanjang Jalan Kenangan' milik Is Haryanto memiliki nilai yang tidak lekang oleh waktu dan tetap dicintai oleh masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....