Menbud Minta Pemda Dukung Percepatan Revitalisasi Cagar Budaya
- 05 Agt 2026 15:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menargetkan revitalisasi hampir 200 cagar budaya rampung pada 2026,seperti museum, keraton, istana, dan taman budaya di berbagai daerah.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Kebudayaan mempercepat revitalisasi cagar budaya di berbagai daerah untuk memperkuat pelestarian warisan budaya nasional. Program tersebut mencakup museum, keraton, istana, serta taman budaya yang dinilai memiliki nilai sejarah dan edukasi tinggi.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mengatakan program revitalisasi dijalankan atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Pada tahun ini pemerintah menargetkan revitalisasi sekitar 200 cagar budaya agar semakin menarik dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Kami sudah breakdown ada sekitar 200 yang tahun ini akan direvitalisasi,” ujarnya di Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026. Di antaranya Istana Maimoon Medan, Keraton Surakarta, serta museum provinsi dan taman budaya di Indonesia.
Kemenbud juga memprioritaskan pembaruan tata pamer museum agar koleksi bersejarah lebih mudah dipahami sekaligus menarik perhatian pengunjung. Menurut Fadli, banyak museum daerah memiliki koleksi berharga, tetapi penyajiannya masih perlu ditingkatkan agar lebih modern dan edukatif.
Menbud berharap pembenahan tata pamer akan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi cagar-cagar budaya. Terutama bagi generasi muda yang diharapkan untuk dapat mengunjungi museum secara rutin.
Fadli mengapresiasi sejumlah pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan anggaran pembangunan museum daerah. Salah satunya adalah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara yang mengalokasikan anggaran besar untuk revitalisasi museum provinsi setempat.
"Ada juga kepala-kepala daerah atau gubernur yang peduli seperti Sulawesi Utara,” ujarnya. “Pemprov setempat mengalokasikan anggaran APBD untuk revitalisasi museum provinsi tersebut.”
Fadli mengatakan pihaknya telah menyalurkan dana alokasi khusus untuk museum dan taman budaya bernilai Rp1-3 miliar. Dana tersebut seharusnya didukung pendanaan pendamping dari pemerintah daerah agar hasil revitalisasi berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Menurut Menbud, masih ditemukan daerah yang tidak menyediakan anggaran pendamping, bahkan mengalihkan dana untuk kebutuhan di luar pelestarian kebudayaan. Kondisi tersebut disebutnya menghambat pengembangan museum sebagai pusat edukasi, pelestarian sejarah, dan ruang belajar budaya bagi masyarakat.
Fadli berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat agar revitalisasi cagar budaya berjalan sesuai target nasional. "Diharapkan kami mampu memperkuat identitas budaya Indonesia sekaligus meningkatkan daya tarik wisata berbasis sejarah dan kebudayaan," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....