Presiden Prabowo: Laba BUMN Melonjak Setelah Pembenahan
- 14 Agt 2026 15:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto melaporkan bahwa pembenahan besar-besaran BUMN telah menunjukkan hasil yang terukur dan signifikan pada enam bulan pertama 2026.
- Sejumlah BUMN mencatat peningkatan laba bersih yang signifikan, menandakan efektivitas program reformasi pengelolaan perusahaan negara.
- Laporan ini disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD pada 14 Agustus 2026, menegaskan komitmen pemerintah terhadap transformasi BUMN.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyebut pembenahan besar-besaran BUMN mulai menunjukkan hasil. Sejumlah BUMN mencatat kenaikan laba bersih signifikan pada enam bulan pertama 2026.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026, Jumat, 14 Agustus 2026. Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi hasil dari perbaikan pengelolaan perusahaan negara.
Presiden menyebut laba bersih PT Semen Indonesia naik 408,9 persen pada semester pertama 2026. Sementara laba bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen dan Pertamina meningkat 86 persen.
Kenaikan laba juga terjadi pada Pegadaian sebesar 84,4 persen. Kemudian laba bersih Pelindo meningkat 60,4 persen dan PTPN naik 54,4 persen.
Presiden Prabowo turut menyoroti kondisi Garuda Indonesia yang sebelumnya menghadapi tekanan keuangan. Menurutnya, pemerintah kini berhasil mengaktifkan kembali pesawat-pesawat Garuda yang sebelumnya tidak beroperasi.
“Per bulan Juni 2026, total pesawat yang berhasil kita reaktivasi bertambah 20 pesawat sehingga menjadi 140 pesawat. Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung,” ujarnya.
Prabowo juga menegaskan pemerintah tidak akan menoleransi manipulasi angka dalam laporan keuangan BUMN. Menurutnya, laporan perusahaan negara harus mencerminkan kondisi sebenarnya meski hasilnya terkadang tidak menggembirakan.
“Saya juga ingatkan di sini bahwa kita tidak mau toleransi dengan permainan angka, dengan laporan palsu. Kita harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat walaupun kadang-kadang pahit,” katanya.
Setelah koreksi, keuntungan BUMN pada 2024 tercatat Rp186 triliun. Angka tersebut meningkat menjadi Rp326 triliun pada 2025 atau naik 75,3 persen.
Sementara itu, dividen BUMN yang disetor pada 2025 mencapai Rp142,3 triliun. Angka tersebut meningkat 67 persen dibandingkan dividen pada 2024.
Presiden Prabowo juga membandingkan dividen BUMN setelah dikurangi Penanaman Modal Negara (PMN). Pada 2024, dividen bersih setelah dikurangi PMN mencapai Rp53 triliun.
Pada 2025, angka tersebut meningkat menjadi Rp138 triliun atau naik 160 persen. Prabowo memproyeksikan dividen BUMN pada 2026 mencapai Rp200 triliun tanpa PMN.
“Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat. Sekali lagi saya apresiasi manajemen dan pimpinan,” ujarnya.
Presiden Prabowo mengatakan keuntungan BUMN kini diarahkan untuk mempercepat program hilirisasi. Pemerintah melalui Danantara telah memulai sejumlah proyek pengolahan sumber daya alam dan energi.
“Keuntungan BUMN sekarang digunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi kita. Dengan Danantara kita sudah groundbreaking 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026 dan 13 lagi proyek hilirisasi pada 29 April 2026,” ucapnya.
Proyek tersebut mencakup pengolahan batu bara menjadi DME, hilirisasi tembaga dan emas, serta pengolahan garam industri. Selain itu, terdapat proyek smelter alumina menjadi aluminium dan pengolahan sampah menjadi energi.
Menurut Presiden Prabowo, berbagai proyek hilirisasi tersebut berpotensi menciptakan puluhan ribu lapangan kerja. Pemerintah juga akan memperkuat sektor hulu melalui penguasaan teknologi dan pasar global.
“Kita juga akan membeli perusahaan-perusahaan terbaik di dunia untuk kita bisa dapat teknologinya. Kita bisa dapat IP-nya, kita bisa dapat manajemennya, kita bisa dapat pasarnya, kita bisa dapat pengalamannya, sehingga nanti ekonomi kita akan kuat,” ujar Presiden Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....