Presiden Prabowo Paparkan Capaian 21 Bulan Pemerintahan
- 14 Agt 2026 12:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD pada Jumat, 14 Agustus 2026.
- Pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan pemerintahan.
- Kebijakan-kebijakan tersebut dirancang untuk mengatasi berbagai persoalan yang selama puluhan tahun sulit diselesaikan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026, Jumat 14 Agustus 2026. Dalam pidato tersebut Prabowo menyampaikan sejumlah capaian pemerintah.
Ia menyebut pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang selama puluhan tahun sulit dituntaskan.
“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak bisa kita selesaikan,” katanya dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Prabowo mengatakan pemerintah bekerja berdasarkan empat pedoman utama sejak awal kepemimpinannya. Pedoman tersebut menjadi dasar dalam menjalankan sumpah dan janji sebagai Presiden Republik Indonesia.
Pedoman pertama ialah menjalankan perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kedua, pemerintah menjaga kepentingan nasional yang bersifat inti dan vital.
“Pertama, kami bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah-perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Kedua, kami bekerja untuk menjaga, menjalankan dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital, the core and vital national interest,” ujarnya.
Hal tersebut termasuk menjaga dan mengelola kekayaan bangsa dengan sebaik-baiknya. Pengelolaan itu ditujukan agar kekayaan nasional dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat.
Pedoman ketiga, kata Prabowo, ialah mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat-singkatnya. Pedoman keempat berorientasi pada kepentingan rakyat serta anak dan cucu generasi penerus.
“Ketiga, kami bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Keempat, dalam bekerja kami selalu berorientasi kepada kepentingan rakyat dan kepentingan anak-anak mereka dan cucu-cucu mereka,” ujarnya.
Prabowo mengakui belum seluruh persoalan bangsa berhasil diselesaikan pemerintah. Ia juga menyebut belum seluruh janji yang disampaikannya telah ditunaikan.
Namun, Prabowo menilai pemerintah telah mulai menyelesaikan sejumlah persoalan yang sebelumnya dianggap rumit. Menurutnya, capaian itu diperoleh melalui keberanian mengambil keputusan dan kerja keras.
“Dengan kerja keras, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat, dan dengan gotong-royong seluruh bangsa. Masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit dapat kita mulai selesaikan,” ucapnya.
Dalam 663 hari pemerintahan, pemerintah telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif. Prabowo menyebut angka tersebut setara dengan satu kebijakan transformatif setiap lima hari.
Prabowo turut mengapresiasi kerja keras para menteri dan pembantunya dalam menjalankan berbagai kebijakan. Ia menyebut sejumlah anggota pemerintah mengalami kelelahan hingga harus menjalani perawatan.
“Demikian kerasnya, menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja. Beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit, ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapean,” ujarnya.
Ia menegaskan amanah rakyat merupakan kehormatan yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Karena itu, pemerintah akan terus bekerja keras untuk kepentingan rakyat dan bangsa.
“Karena itu kita akan bekerja dengan sekeras-kerasnya. Kita akan habis-habisan bekerja untuk rakyat dan bangsa kita,” kata Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....