Presiden Prabowo Sebut Pertumbuhan Ekonomi Harus Sejahterakan Rakyat
- 14 Agt 2026 13:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi harus menghasilkan kesejahteraan nyata bagi rakyat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup.
- Dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 pada 14 Agustus 2026, Presiden mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya berupa angka statistik tanpa manfaat praktis.
- Presiden menekankan bahwa setiap investasi yang dilakukan harus terukur dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat secara langsung.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pertumbuhan ekonomi dan investasi harus bermuara pada kesejahteraan rakyat. Menurutnya, setiap investasi harus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026, Jumat, 14 Agustus 2026. Ia menilai pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya menjadi angka tanpa memberikan manfaat bagi masyarakat.
Presiden Prabowo mengatakan Indonesia menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian. Kondisi tersebut ditandai konflik geopolitik, perang dagang, serta gangguan rantai pasok dunia.
Dalam situasi tersebut, Presiden menilai Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki sendiri. Presiden Prabowo menekankan pentingnya kemandirian agar Indonesia tidak bergantung pada pasokan dari luar negeri.
Menurut Presiden, investasi Indonesia tetap tumbuh di tengah ketidakpastian global. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.
“Alhamdulillah karena kerja keras kita, karena kepercayaan rakyat kepada pemerintah di tengah ketidakpastian global, investasi tetap tumbuh. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun dan telah menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja,” ujar Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Sementara itu, realisasi investasi pada semester pertama 2026 mencapai Rp1.010 triliun. Investasi tersebut disebut telah menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.
Presiden Prabowo juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 mencapai 5,61 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi semester pertama 2026 mencapai 5,45 persen.
“Ekonomi kita pada kuartal pertama tahun 2026 tumbuh 5,61 persen dan pada semester pertama tahun 2026 tumbuh 5,45 persen. Ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir ini,” ucapnya.
Presiden optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai enam persen hingga akhir 2026. "Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat dan rasional, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen," katanya.
Presiden Prabowo menegaskan tingginya pertumbuhan ekonomi tidak cukup jika tidak dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap rupiah investasi harus memberikan dampak langsung bagi kehidupan rakyat.
Menekankan perhatian terutama diberikan kepada masyarakat yang berada pada kelompok paling bawah. "Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan, harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita," ujarnya.
Presiden Prabowo juga menegaskan pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat berada dalam kondisi kelaparan. Menurutnya, Indonesia sebagai anggota G20 tidak pantas masih memiliki rakyat yang mengalami kelaparan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....