Ketua MPR Ingatkan Etika Demokrasi dalam Menyampaikan Kritik

  • 14 Agt 2026 11:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Muzani menegaskan bahwa demokrasi harus bertanggung jawab tanpa penghinaan terhadap sesama warga negara.
  • Menurut Muzani, demokrasi tidak akan menjadi lebih kuat hanya karena masyarakat semakin keras dalam menyampaikan pendapat.
  • Demokrasi dinilai akan semakin kokoh apabila kebebasan berbicara diiringi tanggung jawab dan argumentasi yang baik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua MPR Ahmad Muzani menyampaikan pidato di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026, Jumat 14 Agustus 2026. Dalam kesempatan ini, Muzani bicara demokrasi tetap harus bertanggung jawab tanpa penghinaan terhadap sesama warga negara.

Muzani lantas menyinggung pentingnya etika dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, Indonesia telah memilih demokrasi sebagai jalan untuk mengelola aspirasi dan perbedaan pandangan.

Ia menegaskan perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut harus disampaikan dengan budi bahasa yang baik dan penuh tanggung jawab.

"Kita boleh berbeda pandangan. Tetapi perbedaan itu hendaknya disampaikan dengan cara, budi, dan bahasa yang baik," ujarnya dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026.

Muzani kemudian mengutip karya pujangga Melayu dari Pulau Penyengat, Raja Ali Haji, dalam Gurindam Dua Belas. "Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa," kata Muzani mengutip pesan tersebut.

Ia juga menekankan demokrasi tidak akan menjadi lebih kuat hanya karena masyarakat semakin keras dalam menyampaikan pendapat. Sebaliknya, demokrasi akan semakin kokoh apabila kebebasan berbicara diiringi tanggung jawab dan argumentasi yang baik.

"Demokrasi akan kuat jika kebebasan berbicara disertai tanggung jawab, jika kemerdekaan berbicara disampaikan dengan argumentasi, dan jika perbedaan tidak dijadikan alasan untuk melakukan penghinaan," ujarnya.

Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Tahun 2026 menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam rangkaian sidang tersebut, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan yang memuat capaian pembangunan nasional sekaligus arah kebijakan pemerintah ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....