Polda Metro Jaya Dalami Tantangan Hapalan Al-Qur’an di The Sounds Project
- 13 Agt 2026 11:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Polisi telah mengidentifikasi pihak yang diduga membuat tantangan dan masih mengumpulkan bukti sebelum menentukan langkah hukum.
- Pengunjung diduga mengambil mikrofon dan spontan membuat tantangan, sementara kemungkinan keterlibatan pihak lain masih didalami.
- The Sounds Project mengecam insiden tersebut, menegur sponsor, melakukan evaluasi, sementara Newport menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Polda Metro Jaya mengusut tantangan hafalan Al-Qur’an saat konser The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara. Polisi menyebut peristiwa tersebut berpotensi dikenai pasal terkait SARA berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pihak terlibat langsung.
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan penyidik telah mengidentifikasi pihak yang diduga membuat tantangan tersebut. Namun, polisi belum menetapkan tersangka karena masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
"Kami juga sudah mengidentifikasi pihak yang melakukan challenge tersebut. Aspek hukumnya masih kami dalami melalui pemeriksaan terhadap yang bersangkutan serta alat bukti yang ditemukan penyidik, ujarnya kini," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 13 Agustus 2026.
Pihak tersebut diduga merupakan pengunjung festival yang mengambil mikrofon lalu secara spontan menyampaikan tantangan kepada pengunjung lain. Hingga kini, polisi masih mendalami fakta kejadian dan membuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam insiden tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan tidak menyebarkan potongan video yang belum terverifikasi. Percayakan penanganan perkara ini kepada penyidik, setiap perkembangan akan disampaikan secara transparan berdasarkan fakta hukum yang telah ditemukan," ujarnya.
The Sounds Project mengecam kejadian tersebut dan menegaskan aksi itu berada di luar arahan maupun persetujuan penyelenggara acara. Penyelenggara juga telah menegur sponsor terkait serta meminta penyelesaian kasus secara menyeluruh dan melakukan evaluasi internal untuk pencegahan.
"Kami sebagai penyelenggara merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi. Kami telah menegur pihak sponsor terkait dan meminta mereka menyelesaikan kasus ini hingga tuntas," tulis The Sound Project dalam unggahan Instagramnya.
Direktur Newport Handoko Sasongko juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan. Ia menegaskan aktivitas tersebut bukan program ataupun konsep promosi resmi Newport dalam gelaran festival musik The Sounds Project.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....