Kepala BGN Sudaryono Terapkan "Rules of 4 Hours", Perketat Keamanan Pangan
- 11 Agt 2026 10:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BGN mewajibkan makanan MBG dikonsumsi paling lambat empat jam setelah matang.
- Peserta didik dan guru diminta mengecek label batas waktu sebelum makanan dikonsumsi.
- Makanan yang sudah melewati batas waktu konsumsi diminta tidak lagi dikonsumsi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memberlakukan aturan batas waktu konsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan MBG wajib dikonsumsi paling lambat empat jam (Rules of 4 Hours) setelah matang untuk menjaga keamanan dan kualitas pangan.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan setiap makanan kini dilengkapi label mengenai batas waktu konsumsi. Ia meminta peserta didik dan guru bersama-sama mengecek label tersebut sebelum makanan dikonsumsi.
“Badan Gizi Nasional telah memberlakukan label makanan yang wajib dimakan empat jam setelah makanan itu matang. Kami mengimbau siswa dan guru sama-sama mengecek sebelum makanan MBG dikonsumsi,” ujarnya kepada media, dalam keterangan, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurut Sudaryono, pengecekan waktu menjadi langkah sederhana untuk memastikan makanan tetap aman dikonsumsi. Karena itu, makanan yang sudah melewati batas waktu empat jam tidak boleh lagi dikonsumsi.
“Manakala lebih dari jam yang ditentukan, kami mohon dengan sangat hormat untuk tidak dikonsumsi. Saya ulangi, jangan dikonsumsi manakala melewati batas waktu yang ditentukan,” katanya.
BGN menempatkan keamanan pangan sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan Program MBG. Aturan empat jam menjadi salah satu bentuk pengawasan terhadap makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Makanan yang disediakan tidak hanya harus memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat. BGN juga memastikan makanan tersebut memenuhi aspek keamanan sebelum dikonsumsi peserta didik.
Penerapan aturan tersebut membutuhkan keterlibatan sekolah, guru, dan peserta didik dalam melakukan pengawasan. Kepatuhan terhadap batas waktu diharapkan dapat mencegah risiko keamanan pangan selama pelaksanaan Program MBG.
“MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi. Kami terus meningkatkan pelayanan, pengawasan, monitoring, dan kolaborasi agar program berjalan dengan baik,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....