Kepala BGN Terus Gaungkan Prinsip 'Zero Tolerance' dalam Program MBG
- 11 Agt 2026 09:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BGN menerapkan prinsip zero tolerance terhadap kasus keracunan dalam Program MBG.
- Pengawasan keamanan pangan melibatkan penyelenggara, sekolah, guru, peserta didik, dan pihak terkait.
- Peserta didik diminta tidak membawa pulang makanan MBG karena kualitasnya di luar pengawasan tidak dapat dipastikan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) terus gaungkan prinsip zero tolerance terhadap kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prinsip tersebut diterapkan untuk memastikan makanan yang diberikan tetap aman dan bergizi bagi seluruh penerima manfaat.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan keamanan pangan menjadi prinsip yang tidak dapat ditawar dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi harus berjalan bersama dengan jaminan keamanan makanan bagi penerima manfaat.
“MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi. Keamanan makanan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program ini,” ujarnya seusai Rapat Pimpinan BGN, Senin, 10 Agustus 2026.
BGN terus meningkatkan pengawasan pelaksanaan MBG untuk mencegah berbagai risiko keamanan pangan. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan penyelenggara, sekolah, guru, peserta didik, serta seluruh pihak terkait.
“Insyaallah kami terus meningkatkan pelayanan, pengawasan, monitoring, dan kolaborasi dari semua pihak. Semua dilakukan agar program ini berjalan dengan baik,” katanya.
Sudaryono menekankan keamanan pangan harus dijaga bersama selama makanan berada dalam proses pelayanan. Salah satunya dengan memastikan makanan dikonsumsi sesuai batas waktu yang telah ditentukan.
BGN juga meminta peserta didik tidak membawa pulang makanan MBG untuk dikonsumsi di rumah. Kondisi dan kualitas makanan di luar pengawasan penyelenggara tidak dapat dipastikan sehingga berpotensi menimbulkan risiko.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BGN mencegah kasus keracunan selama pelaksanaan program. MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memberikan rasa aman kepada penerima manfaat.
“Badan Gizi Nasional terus meningkatkan pelayanan, pengawasan, monitoring, dan kolaborasi dari semua pihak. Kami menerapkan zero tolerance terhadap kasus keracunan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....