Menhut Ingatkan Ancaman Karhutla di Tengah Prediksi El Nino Sangat Kuat

  • 10 Agt 2026 20:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengumumkan pemerintah melakukan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2024.
  • Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan fenomena El Nino yang sangat kuat akan terjadi pada periode Agustus hingga Oktober 2024.
  • Intensitas El Nino yang diperkirakan BMKG untuk tahun ini menyerupai kondisi pada 2015, ketika Indonesia menghadapi kebakaran hutan dalam skala besar yang meluas hingga negara-negara tetangga.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan, pemerintah mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun ini. Kewaspadaan tersebut menyusul laporan BMKG yang memprakirakan fenomena El Nino pada bulan Agustus hingga Oktober sangat kuat.

Menhut Raja Antoni mengatakan, kondisi El Nino tahun ini perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak. Menurutnya, kekuatan El Nino yang diperkirakan BMKG menyerupai kondisi pada 2015, ketika Indonesia mengalami karhutla dalam skala besar.

“Kita benar-benar harus waspada soal Karhutla tahun ini. Laporan BMKG Agustus-Oktober adalah Elnino Sangat Kuat," kata Menhut usai mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyant di Kantor Kemenko Polkam, Senin, 10 Agustus 2026.

"Sering disebut Elnino Godzilla, meskipun ini bukan terminologi baku. Menurut BMKG kemungkinan Elnino sama kuatnya dengan Elnino 2015,” ujarnya.

Menhut Raja Antoni mengingatkan dampak karhutla pada 2015 yang tidak hanya menyebabkan kerusakan hutan dan lahan. Tetapi juga mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.

Saat itu, sekitar 2,6 juta hektare hutan dan lahan terbakar. Kondisi tersebut bahkan berdampak pada operasional bandara, aktivitas perdagangan, pusat perbelanjaan, sekolah, hingga layanan kesehatan.

“Seperti diketahui pada 2015, 2,6 juta hektar hutan dan lahan terbakar, airport tutup. Pasar, pusat perbelanjaan dan sekolah tutup, rumah sakit penuh oleh masyarakat yang terserang ISPA,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar semua pihak megantisipaai El Nino Godzilla agar tidak berdampak seperti tahun 2015. Menhut juga mengingatkan masyarakat maupun korporasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Dia menegaskan, setiap pelanggaran akan ditindak melalui proses hukum. Tidak hanya itu, Raja Antoni menekankan bahwa kebakaran dapat bermula dari hal sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan.

“Sesederhana membuang puntung rokok saja bisa berakibat fatal. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk sama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” kata Raja Antoni.

Hal yang sama disampaikan Menkopolkam, Djamari Chaniago. Menurutnya, Pemerintah mewaspadai ancaman El Nino kuat yang diperkirakan berlangsung hingga awal September atau awal Oktober.

Ia mengatakan, kondisi cuaca tersebut membuat pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya karhutla. Menurutnya, El Niño kuat dapat menyebabkan kekeringan dan membuat lahan lebih mudah terbakar.

“Karena cuaca yang sangat-sangat memungkinkan itu menjadi lebih besar, kebakaran itu,” ujar Djamari. Ia mengatakan pemerintah saat ini terus memantau wilayah yang dinilai paling rawan karhutla.

Enam provinsi kini menjadi perhatian utama. Yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Ia menyebut kondisi karhutla di enam provinsi tersebut untuk sementara masih dapat dikendalikan. Namun, pemerintah tetap menyiapkan berbagai langkah penanganan untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang dapat memperparah kebakaran.

Menurut Djamari, pemerintah juga mengandalkan operasi modifikasi cuaca untuk membantu penanganan karhutla. Namun, pelaksanaan operasi tersebut bergantung pada ketersediaan awan hujan yang dapat dimodifikasi.

“Selama awan hujan itu tidak bisa ditemukan, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan. Apapun yang kira-kira akan memunculkan awan hujan, segera kita melakukan operasi modifikasi cuaca,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....