Pemerintah Waspadai El Niño Kuat Ancam Karhutla hingga Awal Oktober
- 10 Agt 2026 17:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mewaspadai El Niño kuat yang diperkirakan berlangsung hingga awal September atau Oktober dan berpotensi memperluas karhutla.
- Enam provinsi menjadi perhatian utama pemerintah, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
- Operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu upaya penanganan karhutla, namun bergantung pada ketersediaan awan hujan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mewaspadai ancaman El Niño kuat yang diperkirakan berlangsung hingga awal September atau awal Oktober. Hal itu karena kondisi tersebut dapat mempercepat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menkopolkam, Djamari Chaniago mengatakan, kondisi cuaca tersebut membuat pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya karhutla. Menurutnya, El Niño kuat dapat menyebabkan kekeringan dan membuat lahan lebih mudah terbakar.
“Karena cuaca yang sangat-sangat memungkinkan itu menjadi lebih besar, kebakaran itu,” ujar Djamari, di Gedung Kemenkopolkam, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026. Djamari mengatakan pemerintah saat ini terus memantau wilayah yang dinilai paling rawan karhutla.
Enam provinsi kini menjadi perhatian utama. Yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Ia menyebut kondisi karhutla di enam provinsi tersebut untuk sementara masih dapat dikendalikan. Namun, pemerintah tetap menyiapkan berbagai langkah penanganan untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang dapat memperparah kebakaran.
Menurut Djamari, pemerintah juga mengandalkan operasi modifikasi cuaca untuk membantu penanganan karhutla. Namun, pelaksanaan operasi tersebut bergantung pada ketersediaan awan hujan yang dapat dimodifikasi.
“Selama awan hujan itu tidak bisa ditemukan, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan. Apapun yang kira-kira akan memunculkan awan hujan, segera kita melakukan operasi modifikasi cuaca,” katanya.
Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin meminta Kementerian Kehutanan memperkuat strategi pencegahan karhutla. Ia menilai kejadian karhutla yang berulang di lokasi sama menunjukkan perlunya pola mitigasi yang lebih efektif.
Usman mengatakan pemerintah seharusnya dapat memetakan kawasan rawan karhutla berdasarkan kejadian pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan pemetaan tersebut, langkah antisipasi dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas saat musim kemarau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....