Pemerintah Perketat Penanganan Karhutla Cegah Asap Lintas Negara

  • 10 Agt 2026 17:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah berupaya mencegah asap karhutla mengganggu negara-negara tetangga.
  • Hingga saat ini, belum terdapat asap karhutla yang mengganggu negara lain.
  • Pengendalian karhutla dinilai penting untuk menjaga lingkungan, kesehatan, dan kepentingan nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah tengah berupaya mencegah asap akibat karhutla meluas hingga mengganggu negara tetangga. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan karhutla sekaligus menjaga dampak kebakaran terhadap lingkungan dan kesehatan.

Hal ini disampaikan Menkopolkam, Djamari Chaniago, di Gedung Kemenkopolkam, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026. Ia mengatakan pemerintah terus berupaya mengendalikan karhutla agar asap tidak mengganggu negara-negara tetangga.

Hingga saat ini, menurutnya, belum terdapat kondisi asap karhutla yang mengganggu negara lain. “Kita juga upaya sekeras mungkin upaya itu untuk tidak mengganggu juga pihak lain,” ujar Djamari.

Menurutnya, pemerintah menyadari asap karhutla dapat bergerak ke wilayah negara lain sehingga pengendalian kebakaran perlu dilakukan secara maksimal. Penanganan karhutla juga tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Djamari menegaskan, upaya tersebut juga berkaitan dengan kepentingan nasional. Pemerintah ingin memastikan Indonesia mampu menangani karhutla sehingga tidak menimbulkan dampak bagi negara-negara di kawasan.

“Masalah kebangsaan yang kita butuhkan. Kita menjaga wibawa bangsa ini untuk mampu mengatasi api,” katanya.

Pemerintah saat ini terus memantau kondisi karhutla, terutama di enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas. Yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, meninjau penanganan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Pemerintah daerah setempat telah menutup sementara seluruh kawasan wisata agar petugas dapat fokus memadamkan api.

Ia mengatakan, penutupan kawasan dilakukan untuk menjaga keselamatan wisatawan, masyarakat, dan petugas. Kebijakan tersebut sekaligus mencegah aktivitas wisata mengganggu proses pemadaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....