Curah Hujan Minim dan Kekeringan Hambat Proses Pemadaman Karhutla

  • 10 Agt 2026 20:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di Jambi dan Kalimantan Barat dengan luas mencapai 300,12 hektare.
  • Minimnya curah hujan menjadi faktor utama yang menyebabkan lahan mengering dan mempersulit proses pemadaman kebakaran.
  • Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Jambi yaitu Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, dan Muaro Jambi menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah seperti Jambi dan Kalimantan Barat. Minimnya curah hujan membuat kondisi lahan mengering dan menyulitkan proses pemadaman.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi Andre Eko Rinjani mengatakan luas lahan terbakar mencapai 300,12 hektare. Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, seperti Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, dan Muaro Jambi.

“Yang paling kita kesulitan adalah di beberapa wilayah ada yang bermaterial gambut dan sulit dipadamkan. Sekarang juga karena kondisi sudah lebih dari 10 hari tidak ada hujan, sekat-sekat di wilayah gambut ini debit airnya sudah mulai kering,” kata Andre saat berbincang dengan Pro3 RRI pada Senin, 10 Agustus 2026.

Andre mengatakan BPBD Jambi belum menerima laporan signifikan terkait kekeringan. Namun, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipasi bersama kementerian dan BNPB.

“Terkait kekeringan, kami masih belum mendapatkan laporan yang begitu signifikan terkait kekeringan, namun dalam langkah antisipasi, kemarin kita sudah rakor dengan kementerian dan BNPB juga, kita sudah siagakan,” ujar Andre.

Untuk mengantisipasi perluasan Karhutla, Pemerintah Provinsi Jambi sudah mempersiapkan 81 posko terpadu di daerah yang rawan. Andre mengatakan posko tersebut digunakan untuk mendukung sosialisasi, edukasi, dan patroli demi mencegah Karhutla meluas ke wilayah lain.

Sementara itu di Kalimantan Barat, Kepala BPBD Kabupaten Sintang, Kusnidar, mengatakan luas lahan terbakar mencapai 123,5 hektare. Ia menyebut pemadaman masih terus dilakukan pada beberapa titik yang terkena kebakaran.

Kusnidar menyampaikan kebakaran menimpa sejumlah kecamatan yang berlokasi di sekitar Ibu Kota Kabupaten Sintang. Daerah tersebut mencakup Kecamatan Sintang, Sepauk, Dedai, dan Kelam menurut keterangan kepala BPBD setempat.

“Kekeringannya ini khusus untuk jalur sungai memang menyempit karena debit airnya semakin berkurang, jadi banyak timbul dasarannya. Sementara sumber air juga agak sulit karena curah hujan tidak ada di tempat kita untuk satu minggu ini,” ucap Kusnidar.

Untuk mempermudah penanganan, BPBD Sintang berkolaborasi bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai upaya pemadaman Karhutla. Kusnidar juga mengatakan pemerintah daerah akan menggelar apel siaga dan menyiapkan posko untuk memperkuat pencegahan Karhutla.

Jambi dan Sintang sama-sama menyiapkan langkah pencegahan di tengah kondisi minim hujan. Upaya tersebut dilakukan melalui patroli, posko, sosialisasi, dan kolaborasi dengan masyarakat. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....